Bupati Ing Iskandarsyah Fokus Genjot Investasi, Moro Disiapkan Punya Puskesmas Lebih Layak dan Taman Bermain

Bupati Karimun, Ing Iskandarsyah, saat mengunjungi salah satu SD di Kecamatan Moro kemarin. (FOTO: NOV/WARTA RAKYAT)

KARIMUN | WARTA RAKYAT – Pemerintah Kabupaten Karimun mulai memproyeksikan penguatan pembangunan di Kecamatan Moro melalui peningkatan investasi, rencana renovasi puskesmas, hingga pembangunan taman bermain bagi masyarakat.

Bupati Karimun, Ing Iskandarsyah, menyampaikan bahwa dua tahun awal pemerintahannya diarahkan untuk berkonsentrasi pada sektor investasi.

Bacaan Lainnya

Langkah tersebut diharapkan mampu mendorong masuknya perusahaan dan membuka ruang bagi percepatan pembangunan daerah.

“Dua tahun ini memang saya rancang untuk berkonsentrasi pada investasi. Mudah-mudahan ada hasilnya. Harapannya, beberapa perusahaan bisa mulai membangun di Karimun,” ujar Bupati Ing Iskandarsyah saat melakukan kunjungan kerja di Kecamatan Moro, Kamis (5/11/2026).

Tak hanya berorientasi pada investasi, Iskandarsyah juga mengungkapkan rencana peningkatan fasilitas pelayanan publik di Moro.

Di antaranya renovasi puskesmas serta pembangunan taman bermain yang dapat dimanfaatkan masyarakat.

“Kami juga merancang renovasi puskesmas. Selain itu, saya ingin membangun taman bermain yang bisa dinikmati masyarakat Kecamatan Moro,” katanya.

Dalam kunjungan tersebut, Bupati juga menyerahkan seragam sekolah gratis secara simbolis kepada siswa sekolah dasar di empat sekolah, yakni SDN 001 Moro, SDN 002 Moro, SDN 015 Moro, dan SDN 004 Desa Pauh.

Program ini menjadi bagian dari komitmen Pemkab Karimun dalam memperkuat akses pendidikan sekaligus meringankan beban ekonomi keluarga.

Pemerintah daerah ingin memastikan kebutuhan dasar perlengkapan sekolah tidak menjadi hambatan bagi anak-anak untuk memperoleh pendidikan yang layak.

Melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Pemkab Karimun menyiapkan total 8.448 stel seragam gratis bagi siswa kelas I SD.

Jumlah tersebut terdiri atas 4.224 stel seragam nasional dan 4.224 stel seragam Pramuka.

Penyaluran seragam gratis ini menegaskan bahwa pembangunan pendidikan tidak semata-mata berbicara tentang fasilitas dan proses belajar mengajar, tetapi juga menyangkut pemerataan kesempatan serta dukungan nyata terhadap kebutuhan peserta didik. (Nov)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses