KARIMUN | WARTA RAKYAT – Pemerintah Kabupaten Karimun menggerakkan seluruh elemen daerah untuk menyemarakkan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XVIII Tahun 2026.
Tak sekadar menjadi agenda keagamaan, perhelatan ini juga didorong menjadi momentum memperkuat identitas dan kebanggaan budaya Melayu di Kabupaten Karimun.
Melalui surat imbauan Nomor B/400.8/3400/KESRA-SETDA/2026, Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Karimun meminta seluruh organisasi perangkat daerah (OPD), instansi vertikal, rumah sakit, BUMN, BUMD, perusahaan swasta hingga organisasi keagamaan dan kemasyarakatan untuk berpartisipasi aktif.
Dua instruksi utama menjadi perhatian, yakni memasang umbul-umbul, spanduk atau banner MTQ di lingkungan kantor masing-masing mulai 5–12 November 2026, serta mengenakan baju kurung Melayu selama pelaksanaan MTQ pada 6–11 November 2026.
Kabag Kesra Kabupaten Karimun, Wahyu Amirulah, menyampaikan bahwa imbauan tersebut merupakan bagian dari upaya bersama untuk menyukseskan sekaligus memeriahkan MTQ XVIII yang berlangsung pada 7–11 November 2026, dengan Kecamatan Tebing sebagai tuan rumah.
Menurutnya, keterlibatan seluruh instansi, dunia usaha, organisasi dan masyarakat menjadi bagian penting dalam membangun suasana semarak MTQ sekaligus menghadirkan nuansa budaya Melayu di berbagai lingkungan perkantoran.
“Melalui imbauan ini, kita berharap seluruh elemen dapat berpartisipasi dan menunjukkan dukungan nyata. Penggunaan baju kurung Melayu serta pemasangan umbul-umbul dan spanduk MTQ bukan hanya untuk memeriahkan kegiatan, tetapi juga sebagai bentuk kecintaan terhadap Al-Qur’an dan pelestarian identitas budaya Melayu,” ujar Wahyu, Rabu (4/11).
MTQ XVIII Kabupaten Karimun tahun ini mengusung tema induk “Menebar Cahaya Al-Qur’an, dalam Harmoni Menuju Karimun yang Maju, Sejahtera dan Berbudaya”.
Sebanyak 275 qori dan qoriah, terdiri dari 141 peserta putra dan 134 peserta putri, akan berkompetisi dalam empat cabang utama, yakni seni baca Al-Qur’an, hafalan Al-Qur’an, syarhil Al-Qur’an dan fahmil Al-Qur’an.
Perlombaan dipusatkan di Kecamatan Tebing dengan empat lokasi, yakni Astaka Utama GOR Tertutup Badang Perkasa, Masjid Darussalam Pamak, Masjid Al-Falah Teluk Uma dan Pondok Pesantren Ar-Raudah.
Rangkaian kegiatan dimulai 6 November dengan kedatangan kafilah dan technical meeting. Pawai Ta’aruf dijadwalkan berlangsung pada 7 November, sebelum pembukaan resmi MTQ XVIII pukul 19.30 WIB di Astaka Utama GOR Tertutup Badang Perkasa.
Sementara penutupan MTQ dijadwalkan pada 11 November 2026 pukul 19.30 WIB di lokasi yang sama.
Dengan imbauan tersebut, Pemkab Karimun ingin memastikan kemeriahan MTQ tidak hanya terpusat di arena perlombaan, tetapi juga terasa hingga ke lingkungan perkantoran dan berbagai institusi di daerah.
Semangat menyambut MTQ pun diharapkan menjadi gerakan bersama: Al-Qur’an sebagai cahaya, budaya Melayu sebagai identitas, dan kebersamaan sebagai kekuatan membangun Karimun. (Nov)






