KARIMUN | WARTA RAKYAT — Pemerintah Kabupaten Karimun memperkuat kolaborasi dengan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) RI untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) lokal melalui pelatihan vokasi yang disesuaikan dengan kebutuhan industri.
Hal itu disampaikan Bupati Karimun Ing Iskandarsyah, usai menerima kunjungan Direktur Bina Lembaga Pelatihan Vokasi Kemnaker Andri Susila, Tenaga Ahli Menaker Muhammad Azhar, serta Kepala BBVP Medan Amran di rumah dinasnya, Jumat (4/9/2026).
Iskandarsyah mengatakan, pelatihan harus diarahkan pada keterampilan yang memiliki peluang kerja nyata, seperti pengelasan, kelistrikan, perawatan pendingin ruangan, barista, tata boga hingga teknologi informasi.
“Kita ingin pelatihan vokasi benar-benar menjawab kebutuhan industri. Anak-anak muda kita harus dibekali keterampilan yang memiliki nilai jual dan sesuai dengan kebutuhan perusahaan,” ujarnya.
Pemkab Karimun menyambut program pelatihan dari Kemnaker dan siap mengirim peserta ke balai pelatihan yang tersedia.
Namun, pemerintah daerah juga mendorong agar pelatihan dapat lebih banyak dilaksanakan langsung di Karimun, termasuk dengan menjajaki pengalihan alokasi pelatihan dari BBVP Medan.
Selain dengan pemerintah pusat, Pemkab Karimun akan memperkuat sinergi dengan Balai Latihan Kerja (BLK) milik Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau untuk meningkatkan frekuensi pelatihan di daerah.
Menurut Iskandarsyah, pelatihan vokasi dan program magang bukan sekadar peningkatan keterampilan, tetapi bagian dari strategi memperluas kesempatan kerja sekaligus memutus mata rantai kemiskinan.
“Pelatihan dan magang penting untuk memberikan pengalaman kepada anak-anak muda kita. Jangan sampai mereka lulus, tetapi tidak memiliki keterampilan dan pengalaman yang dibutuhkan industri,” katanya.
Pemkab Karimun juga mendorong sertifikasi kompetensi berstandar nasional maupun internasional agar tenaga kerja lokal memiliki daya saing lebih tinggi, termasuk untuk memasuki pasar kerja di luar daerah dan mancanegara.
“Target kita bukan hanya mencetak tenaga kerja yang bisa bekerja di Karimun. Kita ingin SDM Karimun memiliki kompetensi dan sertifikasi sehingga mampu bersaing di tingkat nasional bahkan internasional,” tegas Bupati Iskandarsyah.
Penguatan vokasi tersebut diharapkan menjadi fondasi bagi terciptanya tenaga kerja lokal yang kompeten, produktif, dan terserap industri, sekaligus memperkuat perekonomian masyarakat Kabupaten Karimun. (Nov)






