KARIMUN | WARTA RAKYAT — Pemerintah Kabupaten Karimun mulai membidik potensi besar wilayah kepulauannya.
Sebanyak 30 pulau diusulkan untuk dikembangkan menjadi kawasan berstandar internasional melalui skema kemitraan dengan investor asing.
Salah satu kandidat unggulan dalam rencana tersebut adalah Pulau Durian Besar, yang diproyeksikan menjadi bagian dari konsep pengembangan kawasan pulau mandiri sekaligus berorientasi global.
Gagasan tersebut disampaikan Bupati Karimun, Ing Iskandarsyah, saat Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Jabatan Anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Jang, Kecamatan Moro, periode 2026–2034, di Ruang Rapat Cempaka Putih Kantor Bupati Karimun, Senin (31/8/2026).
Di hadapan jajaran pemerintahan dan unsur masyarakat, Bupati menegaskan pembangunan Karimun tidak boleh hanya bertumpu pada pusat pemerintahan.
Kekuatan desa dan potensi kepulauan harus bergerak dalam satu ekosistem pembangunan.
“Kita harus berani melihat peluang. Potensi kepulauan Karimun sangat besar, dan harus kita siapkan agar mampu menjadi kekuatan ekonomi yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat,” ujar Ing Iskandarsyah.
Menurut Ing Iskandarsyah, penguatan kelembagaan desa merupakan bagian penting dari strategi pembangunan daerah.
BPD sebagai representasi masyarakat desa harus mampu menjalankan fungsi secara akuntabel dan menjadi bagian dari proses pembangunan dari tingkat paling bawah.
Arah tersebut selaras dengan semangat Asta Cita Poin ke-6, yakni membangun dari desa dan dari bawah sebagai upaya memperkuat pemerataan ekonomi serta keadilan sosial.
Namun, pembangunan desa dan kawasan kepulauan juga membutuhkan terobosan yang lebih besar.
Pemkab Karimun kini mendorong penyiapan 30 pulau strategis untuk dikembangkan melalui kolaborasi investasi, dengan standar pengelolaan yang ditargetkan mampu menjangkau kelas internasional.
Pulau Durian Besar menjadi salah satu kandidat yang mendapat perhatian dalam konsep tersebut.
Bupati menekankan, peluang investasi harus disambut dengan kesiapan, inovasi, dan keberanian untuk berikhtiar.
“Kita harus berikhtiar dan berani mengambil opportunity. Kalau ada peluang, jangan ragu untuk bergerak dan berinovasi. Yang penting kita siapkan dengan baik agar manfaatnya kembali kepada masyarakat,” tegasnya.
Pengembangan pulau-pulau strategis tersebut diarahkan bukan sekadar mengejar masuknya modal asing.
Pemkab Karimun ingin memastikan investasi menjadi instrumen untuk membuka lapangan kerja, menggerakkan ekonomi lokal, memperkuat konektivitas, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat kepulauan.
Dengan kekuatan desa sebagai fondasi dan investasi strategis sebagai pengungkit, Karimun ingin membangun model pembangunan yang menghubungkan potensi lokal dengan peluang global.
“Kepulauan bukan keterbatasan. Jika dikelola dengan visi, keberanian, dan kolaborasi, pulau-pulau Karimun justru dapat menjadi pintu menuju ekonomi masa depan,” pungkas Bupati Ing Iskandarsyah. (Nov)






