Dari Budaya Menuju Kemajuan, Bupati Ing Iskandarsyah Bangun Optimisme Baru untuk Karimun

Bupati Karimun, Ing Iskandarsyah menyampaikan sambutan pada pengambilan sumpah PNS Formasi Tahun 2024 dan pelantikan jabatan fungsional di lingkungan Pemerintah Kabupaten Karimun, di Gedung Serbaguna Komplek Kantor Bupati Karimun, Senin (31/8/2026). FOTO: Diskominfo/WARTA RAKYAT

KARIMUN | WARTA RAKYAT — Keyakinan menjadi titik awal yang ingin dibangun Bupati Karimun, Ing Iskandarsyah, dalam membawa daerahnya melangkah lebih jauh.

Di hadapan aparatur yang baru dilantik, ia menegaskan bahwa Karimun memiliki modal besar untuk tumbuh menjadi daerah yang maju.

Bacaan Lainnya

Pesan itu disampaikan Ing Iskandarsyah saat pengambilan sumpah PNS Formasi Tahun 2024 dan pelantikan jabatan fungsional di lingkungan Pemerintah Kabupaten Karimun, di Gedung Serbaguna Komplek Kantor Bupati Karimun, Senin (31/8/2026).

Dengan nada penuh optimisme, Bupati mengajak para ASN meyakini terlebih dahulu bahwa Karimun mampu bergerak menuju masa depan yang lebih baik.

“Saya mau tanya, kita yakin enggak bahwa Karimun akan maju ke depan? Yakin? Kita memang harus awali dengan keyakinan,” tegas Ing Iskandarsyah.

Menurutnya, keyakinan tersebut bukan tanpa alasan. Karimun memiliki posisi strategis sekaligus potensi daerah yang besar dan harus dikelola secara serius.

“Kita berangkat dari sebuah keyakinan bahwa kita ingin negeri yang luar biasa, yang sangat strategis. Karena memang Karimun luar biasa, potensinya luar biasa,” ujarnya.

Menariknya, Ing Iskandarsyah melihat pembangunan Karimun tidak semata-mata harus dimulai dari infrastruktur atau ekonomi.

Budaya dinilai dapat menjadi salah satu pintu masuk untuk memperkenalkan wajah Karimun ke dunia.

Ia menyinggung kesuksesan Karimun Taja Tari 2026 yang mendapat perhatian dari masyarakat Singapura.

Kehadiran generasi muda Karimun dalam agenda budaya tersebut dinilai menjadi modal penting untuk membangun citra daerah sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia.

“Mungkin kita mulai dari budaya dulu. Kita lihat Karimun Taja Tari 2026. Kata orang Singapura kemarin, luar biasa. Kedatangan generasi muda Karimun banyak yang di-branding ke Indonesia,” katanya.

Bagi Bupati, budaya bukan sekadar pertunjukan. Di tangan generasi muda, budaya dapat menjadi identitas, kekuatan promosi daerah, sekaligus pintu menuju pembangunan yang lebih luas.

Karena itu, perhatian Ing Iskandarsyah kemudian diarahkan kepada generasi muda.

Ia menilai struktur penduduk Karimun memiliki kekuatan pada kelompok usia produktif yang harus dimanfaatkan sebagai mesin pembangunan.

“Anak-anak muda, makanya hari ini saya ingin anak-anak muda. Karena memang di dalam data BPS kita, Karimun ini orang yang produktif, di atas 60 persen, atau 50 persen. Pokoknya produktiflah. Nah, ini yang kita dorong,” ungkapnya.

Pesan tersebut sekaligus menjadi tantangan bagi para ASN muda yang baru memasuki birokrasi.

Mereka diharapkan tidak hanya menjalankan rutinitas administratif, tetapi mampu membawa gagasan, energi, kreativitas, dan keberanian berinovasi untuk menjawab kebutuhan pembangunan daerah.

Bagi Ing Iskandarsyah, masa depan Karimun tidak cukup hanya dibicarakan. Ia harus dimulai dari keyakinan, digerakkan generasi produktif, diperkuat identitas budaya, dan diterjemahkan melalui kerja nyata.

“Karimun punya posisi strategis. Karimun punya potensi. Dan kini, tantangannya adalah bagaimana seluruh kekuatan itu diubah menjadi kemajuan yang benar-benar dirasakan masyarakat,” tutupnya. (Nov)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses