KARIMUN | WARTA RAKYAT — Bupati Karimun, Ing Iskandarsyah, mengungkapkan obsesi besarnya untuk membawa Kabupaten Karimun melompat lebih jauh sebagai daerah strategis dengan kekuatan ekonomi yang lebih kokoh.
Bukan sekadar mempertahankan apa yang sudah ada, Ing Iskandarsyah ingin membangun basis kekuatan baru Karimun, terutama melalui pengembangan pelabuhan kontainer berskala besar dan kawasan industri.
Pesan tersebut disampaikan saat pengambilan sumpah PNS Formasi Tahun 2024 dan pelantikan jabatan fungsional di lingkungan Pemerintah Kabupaten Karimun, di Gedung Serbaguna Komplek Kantor Bupati Karimun, Senin (31/8/2026).
“Ada potensi yang luar biasa yang belum kita optimalkan. Dalam hidup ini, saya punya obsesi bagaimana Karimun itu memiliki pelabuhan kontainer yang besar. Itu obsesi saya,” tegas Ing Iskandarsyah.
Tak berhenti di pelabuhan, Bupati juga mengungkapkan dorongan pemerintah daerah untuk menghadirkan kawasan industri yang pengelolaannya dapat dikendalikan secara optimal.
“Memiliki kawasan industri yang akan kita kendalikan, insyaallah di daerah Pongkar atau Karimun Anak. Kami lagi dorong terus, biar clear terkait dengan perizinan. Kalau itu dapat, luar biasa Karimun,” ujarnya.
Menurut Ing Iskandarsyah, posisi geografis dan potensi Karimun merupakan modal besar yang tidak boleh dibiarkan berjalan tanpa arah.
Karena itu, ia mendorong seluruh elemen, termasuk generasi muda dan ASN, untuk berani memiliki cita-cita besar.
“Sering kita punya obsesi, adik-adik semuanya. Dalam hidup ini, gantunglah cita-cita kita tinggi-tinggi, enggak apa-apa,” pesannya.
Ambisi besar tersebut, menurutnya, harus dibarengi dengan pembangunan sumber daya manusia.
Kompetensi aparatur dan masyarakat harus terus diperkuat, termasuk kemampuan berbahasa agar mampu berinteraksi dalam lingkungan ekonomi yang semakin terbuka.
“Karimun harus kita bangun kemampuan, kompetensi, mungkin nanti kemampuan berbahasa. Semua orang punya kesempatan. Saya ingin bangun basis kekuatan Karimun,” katanya.
Ia menegaskan pembangunan harus berjalan dengan prinsip sederhana, yang masih kurang disempurnakan, sementara yang sudah baik dipertahankan.
Namun, untuk menghasilkan perubahan yang maksimal, ia meminta adanya keberanian melakukan percepatan.
“Yang kurang kita sempurnakan. Yang bagus kita pertahankan. Tapi kalau kita ingin hasil yang maksimal dan cepat, harus ada akselerasi, percepatan,” tegas Ing Iskandarsyah.
Pernyataan tersebut menjadi gambaran arah besar pembangunan Karimun, yakni memperkuat fondasi yang ada, membuka peluang investasi dan industri, meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, serta mempercepat eksekusi pembangunan.
“Karimun tidak boleh hanya menjadi daerah yang memiliki potensi. Potensi itu harus diubah menjadi kekuatan ekonomi dan kesejahteraan yang nyata bagi masyarakat,” pungkas Ing Iskandarsyah. (Nov)






