KARIMUN | WARTA RAKYAT — Kepolisian Sektor (Polsek) Meral, Polres Karimun, terus menghadirkan inovasi pelayanan publik untuk memperkuat kedekatan antara polisi dan masyarakat.
Salah satunya melalui Pondok BERTANJAK atau Bersembang, Bercerite, Jaga Kamtibmas.
Pondok BERTANJAK hadir sebagai ruang komunikasi dan interaksi sosial yang memungkinkan masyarakat berdialog secara terbuka dengan jajaran kepolisian dalam suasana yang lebih santai dan humanis.
Tidak sekadar menjadi tempat berkumpul, Pondok BERTANJAK diarahkan sebagai wadah menyerap aspirasi, menerima informasi serta membangun komunikasi dua arah dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah hukum Polsek Meral.
Kapolsek Meral, AKP Wardi Purbowo, mengatakan pendekatan persuasif dan komunikasi langsung dengan masyarakat menjadi bagian penting dalam menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif.
“Pondok BERTANJAK kita hadirkan sebagai ruang untuk bersembang dan bercerite bersama masyarakat. Dari komunikasi yang terbuka, kita bisa mengetahui persoalan yang berkembang sekaligus bersama-sama mencari solusi untuk menjaga kamtibmas,” ujarnya, Minggu (16/8/2026).
Menurut AKP Wardi Purbowo, keamanan lingkungan bukan hanya menjadi tanggung jawab kepolisian. Partisipasi masyarakat merupakan kekuatan utama dalam mendeteksi potensi gangguan keamanan sejak dini.
Melalui Pondok BERTANJAK, warga dapat menyampaikan informasi maupun aspirasi secara langsung kepada aparat, sekaligus memperkuat koordinasi dalam menjaga lingkungan masing-masing.
Selain sebagai ruang diskusi, Pondok BERTANJAK juga dapat dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan sosial, sinergitas bersama masyarakat hingga kegiatan bakti sosial kepolisian.
AKP Wardi Purbowo menegaskan, Polsek Meral akan terus mendorong pola pelayanan yang humanis dan terbuka agar kehadiran polisi semakin dekat serta mudah diakses masyarakat.
“Polisi tidak bisa bekerja sendiri. Kamtibmas yang kondusif lahir dari komunikasi, kepedulian dan kerja sama antara polisi dengan masyarakat,” tegasnya.
Kehadiran Pondok BERTANJAK menjadi gambaran bahwa menjaga keamanan tidak selalu harus dilakukan melalui pendekatan formal.
Dengan bersembang, bercerite dan membangun kepercayaan, polisi dan masyarakat dapat bersama-sama menjaga Karimun tetap aman dan kondusif. (Nov)






