KARIMUN | WARTA RAKYAT – Bupati Karimun, Ing Iskandarsyah, menegaskan investasi menjadi salah satu kunci utama untuk membuka lapangan kerja, menggerakkan ekonomi dan memperkuat kemandirian daerah.
Menurutnya, posisi geografis Karimun yang strategis serta potensi alam yang besar harus ditopang tata kelola wilayah dan iklim investasi yang sehat agar mampu bersaing di tingkat regional.
Penguatan hubungan dengan Singapura juga menjadi bagian dari strategi tersebut. Iskandarsyah menyebut komunikasi dengan Konsul Singapura akan dibangun untuk membuka peluang kolaborasi dan memperkuat posisi Karimun di kawasan.
“Singapura adalah partner. Kita harus berjalan bersama dan membangun region melalui kolaborasi serta memanfaatkan posisi strategis kita,” ujarnya, Selasa (11/8/2026).
Ia menegaskan, investasi yang masuk harus memberikan dampak nyata, terutama terhadap penciptaan lapangan kerja. Pemerintah daerah, kata dia, memiliki tanggung jawab menciptakan ekosistem yang mampu menarik investasi sekaligus menghubungkannya dengan kesejahteraan masyarakat.
“Kalau investasi tidak mampu membuka lapangan pekerjaan, itu tidak ada gunanya. Pemerintah harus punya peran dalam investasi,” tegasnya.
Iskandarsyah menyebut dua persoalan yang menjadi perhatian utama, yakni lapangan kerja dan kemandirian Pendapatan Asli Daerah (PAD). Karena itu, pemerintah akan mendorong kemitraan dengan dunia usaha sekaligus mengoptimalkan peluang dari status Free Trade Zone (FTZ) Karimun.
Ia juga mengingatkan seluruh pihak untuk menjaga citra daerah dan tidak menyebarkan informasi yang dapat merusak kepercayaan investor.
“Saya kalau orang maki saya di Facebook tidak apa-apa. Tapi jangan merusak investasi, jangan membuat berita hoaks, karena kita sedang masuk ke level internasional,” katanya.
Menurutnya, investasi tidak berdiri sendiri. Ketika industri tumbuh, sektor pariwisata, UMKM dan ekonomi masyarakat akan ikut bergerak.
Bagi Iskandarsyah, keberhasilan pembangunan pada akhirnya diukur dari kemampuan masyarakat menjadi mandiri, bukan sekadar bergantung pada bantuan pemerintah.
“Kami bukan hanya menyiapkan pancing kepada masyarakat, tetapi kami siapkan empang, kolamnya ada ikan dan semuanya,” tegasnya.
Dengan arah tersebut, Karimun didorong bertransformasi dari daerah yang sekadar menerima investasi menjadi kawasan yang mampu membangun ekosistem ekonomi produktif, menciptakan lapangan kerja dan memperkuat kemandirian masyarakat.
Investasi menjadi pintu masuk, lapangan kerja menjadi dampak, dan kemandirian masyarakat menjadi tujuan pembangunan Karimun. (Nov)





