KARIMUN | WARTA RAKYAT — Presiden Direktur PT Oil Terminal Karimun (OTK), Yos Effendy, menegaskan komitmen perusahaan untuk menjalankan seluruh aktivitas operasional secara patuh terhadap ketentuan hukum dan regulasi yang berlaku.
Penegasan tersebut disampaikan Yos usai Rapat Koordinasi Verifikasi Kegiatan PT Oil Terminal Karimun (OTK) di kawasan Free Trade Zone (FTZ) yang digelar di Rumah Dinas Bupati Karimun, Senin (10/8/2026).
Rapat tersebut menjadi momentum penting untuk menyamakan persepsi antara pemerintah daerah, Forkopimda, BP Karimun, Bea Cukai dan pihak perusahaan terkait aktivitas operasional OTK di kawasan FTZ.
Yos menyampaikan apresiasi kepada Bupati Karimun yang telah mengambil inisiatif mengundang seluruh unsur Forkopimda untuk melakukan verifikasi secara bersama-sama.
“Kami mengucapkan syukur dan berterima kasih kepada Bapak Bupati yang sudah berinisiatif mengundang semua Forkopimda untuk memverifikasi seluruh operasional yang ada di Oil Terminal Karimun,” ujar Yos.
Menurutnya, hasil pembahasan bersama semakin memperjelas bahwa aktivitas perusahaan harus senantiasa berada dalam koridor regulasi. Prinsip tersebut menjadi bagian yang terus dijaga manajemen OTK dalam menjalankan kegiatan usaha.
“Seperti yang sudah disampaikan pihak Bea Cukai, pihak FTZ dan juga Pak Bupati, jelas OTK dalam melakukan operasionalnya harus melakukan segala sesuatu menurut aturan yang berlaku dan itu sangat kita jaga,” tegasnya.
Yos juga memastikan OTK menjunjung tinggi prinsip kewajaran dalam menjalankan kegiatan usaha, dengan tetap mengacu pada ketentuan hukum nasional maupun standar dan ketentuan internasional yang relevan.
Lebih jauh, Yos menilai pertemuan tersebut memiliki arti penting untuk membangun kesamaan pemahaman sekaligus mencegah berkembangnya informasi yang tidak utuh atau menyesatkan mengenai aktivitas perusahaan.
“Pertemuan ini cukup bagus sekali untuk menyamakan persepsi sehingga tidak ada lagi berita-berita yang mungkin bisa menyesatkan sehingga merugikan sendiri. Tidak hanya kita sebagai investor, tetapi juga Karimun sebagai tempat di mana investor itu melakukan usaha,” katanya.
Menurutnya, kepastian informasi dan iklim investasi yang sehat memiliki hubungan erat dengan pertumbuhan ekonomi daerah. Semakin banyak investasi yang masuk, semakin besar pula peluang terciptanya lapangan kerja dan bergeraknya aktivitas ekonomi masyarakat.
“Dengan meningkatkan investor di Karimun, tentu sedikit banyak bisa memengaruhi perekonomian daerah. Putra-putri daerah bisa bekerja dan pergerakan ekonomi juga bergerak sedemikian rupa sebaik mungkin,” ujarnya.
Sebagai investor, Yos menilai pengawasan dari pemerintah dan instansi terkait bukan sesuatu yang harus dihindari. Sebaliknya, pengawasan diperlukan untuk memastikan kegiatan usaha tetap berada di jalur yang benar.
Ia mengapresiasi pemerintah daerah, Forkopimda dan BP Karimun yang melakukan verifikasi sekaligus membuka ruang komunikasi secara langsung dengan pihak perusahaan.
“Kami sebagai investor berterima kasih sudah dipantau sedemikian rupa. Kalau ada hal-hal yang mungkin menyimpang dari ketentuan, kami bisa diingatkan untuk menjalankan roda usaha sesuai dengan undang-undang yang berlaku,” tuturnya.
Yos berharap sinergi tersebut terus terjaga sehingga hubungan antara pemerintah, aparat penegak hukum dan dunia usaha dapat berjalan dalam kerangka kepastian hukum, keterbukaan dan kepentingan pembangunan daerah.
Ia bahkan menyatakan kesiapan OTK untuk ikut mendukung percepatan penguatan kelembagaan BP Karimun.
“Saya doakan juga semoga kami siap membantu untuk sahnya kelembagaan BP Karimun secepat mungkin,” katanya.
Lebih jauh, Yos menyampaikan harapan agar Karimun ke depan dapat memperoleh status FTZ secara lebih menyeluruh, tidak terbatas pada kawasan tertentu atau enclave.
Menurutnya, status tersebut penting bukan hanya bagi investor, tetapi juga berkaitan dengan kelancaran arus barang untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Karimun.
“Saya juga berharap Karimun bisa secara seluruh menjadi FTZ, tidak enklave, karena menyangkut juga pemasukan barang-barang untuk konsumsi daerah Karimun sendiri,” ungkapnya.
Sebagai putra daerah, Yos mengatakan dirinya memiliki harapan besar agar Karimun terus berkembang dan mampu menjadi daerah yang semakin maju dengan dukungan investasi yang sehat dan berkelanjutan.
“Saya juga bersyukur karena memang saya putra daerah. Saya berharap daerah ini lebih maju. Insyaallah, berkat doa rekan-rekan, Karimun akan maju seterusnya,” ucapnya.
Rapat tersebut turut dihadiri Bupati Karimun Ing Iskandarsyah, Kepala BP Karimun Agusnawarman, Direktur Perizinan dan Pemasaran BP Karimun Henry Aris Bawole, serta Kasi Pelayanan Kepabeanan dan Cukai KPPBC TMP B Tanjung Balai Karimun Yusman.
Bagi OTK, forum verifikasi tersebut tidak sekadar menjadi ruang klarifikasi, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun kepastian hukum, kepercayaan publik dan iklim investasi yang kondusif.
Di tengah agenda penguatan FTZ Karimun, sinergi antara pemerintah dan dunia usaha dinilai menjadi fondasi penting agar investasi benar-benar bermuara pada pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. (Nov)





