Forum TJSP Karimun 2026–2029 Segera Dilantik, Ferry Kurniawan Dipercaya Pimpin Kolaborasi Dunia Usaha

Forum TJSP Karimun 2026–2029 Segera Dilantik, Ferry Kurniawan Dipercaya Pimpin Kolaborasi Dunia Usaha

KARIMUN | WARTA RAKYAT — Forum Pelaksana Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (TJSP) Kabupaten Karimun periode 2026–2029 memasuki tahap baru.

Kepengurusan forum yang menjadi wadah kolaborasi antara pemerintah daerah, dunia usaha, lembaga keuangan, perguruan tinggi hingga organisasi profesi tersebut dijadwalkan dilantik pada Selasa, 11 Agustus 2026, di Kantor Bupati Karimun.

Bacaan Lainnya

Sebagaimana informasi yang diterima Warta Rakyat, pelantikan dijadwalkan dipimpin langsung oleh Bupati Karimun, Ing Iskandarsyah, sekaligus menjadi momentum penguatan sinergi program tanggung jawab sosial perusahaan agar semakin terarah dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Dalam kepengurusan periode 2026–2029, Ferry Kurniawan, S.H, yang juga menjabat sebagai Direktur Perumda Tirta Mulia Karimun, dipercaya sebagai Ketua Pengurus Forum Pelaksana TJSP Kabupaten Karimun.

Kehadiran forum ini memiliki posisi strategis dalam mempertemukan kepentingan pembangunan daerah dengan kontribusi dunia usaha.

Program TJSP tidak lagi sekadar dipandang sebagai kegiatan sosial perusahaan, tetapi dapat diarahkan menjadi instrumen kolaboratif untuk mendukung berbagai prioritas pembangunan Kabupaten Karimun.

Berdasarkan daftar kepengurusan yang diterima Warta Rakyat, forum tersebut melibatkan 38 nama dari berbagai latar belakang dan institusi.

Komposisinya mencerminkan keterlibatan lintas sektor, mulai dari perusahaan swasta dan BUMD, perbankan, perguruan tinggi, lembaga pendidikan, hingga profesi advokat.

Sejumlah perusahaan strategis di Karimun turut terwakili dalam forum tersebut, di antaranya PT Riau Alam Anugerah Indonesia, PT Karimun Indojaya Cakrawala, PT Karimun Granite, PT Timah Tbk, Perumda Bumi Berazam Karimun, PT Sinar Suman Pryanto, PT Bukit Granit Mining Mandiri, PT Soma Daya Utama, PT Karimun Marine Shipyard, PT Oil Terminal Karimun, PT Multi Ocean Shipyard, PT Pelabuhan Karimun Perseroda, PT Saipem Indonesia Karimun Yard, PT Pacific Granitama, PT Ology Karimun Bumi Sukses, PT Wira Penta Kencana serta sejumlah institusi lainnya.

Keterlibatan sektor perbankan juga cukup kuat, dengan perwakilan dari Bank Negara Indonesia (BNI), Bank Rakyat Indonesia (BRI), Bank Mandiri, Bank Riau Kepri Syariah, serta BPR Tuah Karimun.

Dari unsur pendidikan, forum turut melibatkan perwakilan Universitas Karimun, Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Cakrawala Karimun, dan Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Mumtaz.

Komposisi tersebut memperlihatkan bahwa pelaksanaan TJSP di Karimun diarahkan tidak hanya bertumpu pada perusahaan sebagai pemberi kontribusi, tetapi juga membutuhkan dukungan pengetahuan, perencanaan, pembiayaan, pengawasan serta partisipasi berbagai pemangku kepentingan.

Dengan kepengurusan baru ini, Forum Pelaksana TJSP diharapkan mampu membangun pola koordinasi yang lebih sistematis dalam menyelaraskan program sosial perusahaan dengan kebutuhan masyarakat dan prioritas pembangunan daerah.

Terlebih, Kabupaten Karimun memiliki kawasan industri, perdagangan, jasa dan investasi yang cukup beragam. Potensi kontribusi dunia usaha tersebut dinilai dapat menjadi kekuatan tambahan dalam mempercepat pembangunan apabila dikelola melalui koordinasi yang baik dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

Pelantikan pada Selasa mendatang pun menjadi langkah awal bagi kepengurusan periode 2026–2029 untuk membangun tata kelola TJSP yang lebih kolaboratif, terukur dan berkelanjutan.

Bukan sekadar menghimpun kontribusi perusahaan, Forum TJSP diharapkan mampu memastikan setiap program sosial memiliki nilai manfaat yang jelas dan menyentuh kebutuhan masyarakat Karimun. (Nov)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses