KARIMUN | WARTA RAKYAT — Pemerintah Kabupaten Karimun terus memperkuat dukungan terhadap program ketahanan pangan melalui pengembangan pertanian dan penguatan infrastruktur irigasi.
Komitmen itu kembali terlihat dalam kegiatan penanaman padi di Kampung Suka Maju, Desa Pangke, Kecamatan Meral Barat.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Karimun, Ir. Raja Machrizal, bersama sejumlah staf hadir langsung dalam kegiatan tersebut.
Penanaman kali ini menjadi bagian dari keberlanjutan program pertanian masyarakat setelah sebelumnya kawasan tersebut telah berhasil melalui masa panen.
Raja Machrizal mengatakan, keberlanjutan produksi pertanian sangat bergantung pada ketersediaan infrastruktur pendukung, terutama sistem irigasi.
Karena itu, PUPR Karimun terus melakukan koordinasi dengan Balai Wilayah Sungai Sumatera (BWSS) IV untuk memastikan kondisi dan pengelolaan jaringan irigasi di wilayah Pangke mendapat perhatian.
“Ini merupakan kegiatan yang akan terus kita dorong secara berkelanjutan. Penanaman padi ini merupakan yang kedua setelah beberapa bulan lalu dilakukan panen. Tentunya keberlanjutan pertanian harus didukung dengan ketersediaan air dan sistem irigasi yang baik,” ujar Raja Machrizal, Senin (10/8/2026).
Ia menjelaskan, koordinasi juga dilakukan bersama perwakilan BWSS IV terkait aliran irigasi di Desa Pangke.
PUPR Karimun berharap pihak BWSS dapat memberikan dukungan melalui kegiatan operasi dan pemeliharaan sehingga jaringan irigasi dapat berfungsi secara optimal.
Menurutnya, keberadaan irigasi bukan sekadar persoalan teknis infrastruktur, tetapi menjadi salah satu fondasi penting dalam menjaga kesinambungan produksi pangan masyarakat.
“Kami sudah berkoordinasi agar irigasi di wilayah ini menjadi perhatian, khususnya untuk operasi dan pemeliharaannya. Kalau infrastruktur air terjaga, maka produktivitas pertanian masyarakat juga memiliki peluang untuk terus berkembang,” katanya.
Raja Machrizal menegaskan, penguatan sektor pertanian di daerah sejalan dengan program nasional dalam membangun ketahanan pangan.
Karena itu, pemerintah daerah berkewajiban memastikan agenda tersebut diterjemahkan secara nyata hingga tingkat desa.
“Ini merupakan program nasional yang harus kita tegakkan lurus sampai ke daerah, yaitu ketahanan pangan. Tentu menjadi atensi kita bersama bagaimana kegiatan seperti ini tidak berhenti pada satu musim tanam, tetapi terus berkelanjutan,” tegasnya.
Kegiatan penanaman padi di Kampung Suka Maju sekaligus menjadi gambaran bahwa penguatan ketahanan pangan membutuhkan kolaborasi lintas sektor.
Pemerintah daerah, pemerintah desa, pengelola sumber daya air, serta masyarakat petani memiliki peran yang saling melengkapi.
Dengan dukungan infrastruktur dan pengelolaan irigasi yang berkelanjutan, lahan pertanian di Pangke diharapkan mampu memberikan kontribusi lebih besar terhadap produksi pangan sekaligus memperkuat kemandirian pangan Kabupaten Karimun. (Nov)





