KARIMUN | WARTA RAKYAT — Di tengah dinamika era digital dan arus informasi yang begitu cepat, Bupati Karimun, Ing Iskandarsyah, menyampaikan pesan mendalam dan bijak kepada seluruh lapisan masyarakat agar senantiasa berhati-hati dalam berucap maupun menyebarkan informasi.
Bupati Karimun, Ing Iskandarsyah, mengingatkan bahwa setiap individu memikul tanggung jawab moral atas setiap kata yang dikeluarkan maupun informasi yang disebarluaskan ke ruang publik.
Menurutnya, lisan dan jemari di media sosial harus digunakan sebagai sarana penyebar kebaikan, bukan justru menjadi sumber kebencian yang dapat memecah belah persaudaraan.
“Jika lisan tak mampu menguatkan, jangan biarkan ia melukai. Jika tangan tak mampu membantu, jangan sampai ia menjadi alat untuk menyebarkan kebencian,” ujar Ing Iskandarsyah, Minggu (26/7/2026).
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa informasi yang tidak berdasar kebenaran hanya akan menjelma menjadi fitnah yang merusak kehormatan serta meninggalkan luka sosial yang sulit disembuhkan.
Oleh karena itu, ketelitian dan proses verifikasi sebelum bertindak atau membagikan sesuatu menjadi hal yang mutlak dikedepankan.
“Berpikirlah sebelum berbicara, telitilah sebelum menyebarkan, dan renungkan sebelum bertindak. Kebenaran membutuhkan bukti, sedangkan fitnah hanya membutuhkan prasangka,” tegasnya.
Bupati Karimun juga mengajak masyarakat untuk meneladani sikap bijak dalam mengontrol diri, mengingat setiap ucapan dan tindakan kelak akan dimintai pertanggungjawaban.
Ia menilai, memilih diam dalam renungan jauh lebih mulia daripada memproduksi kebisingan yang hanya menghadirkan kebencian dan penyesalan.
Melalui pesan moral ini, pemerintah daerah berharap masyarakat Karimun dapat terus menjaga keharmonisan sosial, menjunjung tinggi nilai persaudaraan, serta menjadi warganet yang cerdas, santun, dan bertanggung jawab. (Nov)






