KARIMUN | WARTA RAKYAT – Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad, meresmikan Tangkahan Nelayan Leho di Kelurahan Teluk Uma, Kecamatan Tebing, Kabupaten Karimun, Jumat (29/5/2026).
Peresmian fasilitas tambatan perahu nelayan tersebut tidak hanya menjadi simbol penguatan sektor perikanan, tetapi juga momentum percepatan penyelesaian persoalan infrastruktur dan penataan kawasan pesisir yang selama ini menjadi kebutuhan masyarakat setempat.
Dalam kunjungan tersebut, Gubernur Ansar menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau untuk terus bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Karimun dalam menghadirkan pembangunan yang berdampak langsung bagi masyarakat, khususnya para nelayan dan warga pesisir.
“Tangkahan ini bukan hanya sarana untuk nelayan, tetapi bagian dari upaya kita membangun kawasan pesisir secara menyeluruh agar masyarakat semakin mudah beraktivitas dan memiliki akses yang lebih baik terhadap berbagai fasilitas,” ujar Ansar.
Selain meresmikan tangkahan nelayan, Gubernur juga menyoroti sejumlah persoalan yang masih dihadapi masyarakat, terutama terkait status lahan dan kondisi infrastruktur di kawasan Leho.
Setelah melakukan verifikasi lapangan dan berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Karimun, Pemprov Kepri berkomitmen mempercepat penyelesaian berbagai kendala tersebut.
“Persoalan lahan yang belum sesuai dengan tata ruang sedang kita sesuaikan. Lahan-lahan yang statusnya masih perlu kejelasan akan diselesaikan bersama pemerintah daerah agar masyarakat mendapatkan kepastian,” katanya.
Menurut Ansar, kepastian tata ruang menjadi faktor penting dalam membuka peluang masuknya berbagai program pembangunan dari pemerintah pusat.
Dari 118 kampung yang diusulkan pemerintah daerah untuk penataan kawasan, saat ini sebanyak 32 kampung telah dinyatakan valid dan memenuhi persyaratan administrasi.
Pemerintah optimistis jumlah tersebut akan terus bertambah sehingga semakin banyak kawasan yang dapat memperoleh dukungan pembangunan secara berkelanjutan.
Dalam kesempatan itu, Gubernur juga mengajak para pelaku usaha yang memanfaatkan potensi sumber daya alam Karimun, seperti granit dan pasir, untuk ikut berkontribusi dalam pembangunan daerah melalui penyediaan lahan maupun fasilitas yang dapat dimanfaatkan masyarakat.
“Pembangunan membutuhkan kolaborasi. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Dunia usaha juga perlu mengambil bagian dalam mendukung kepentingan masyarakat,” ujarnya.
Perhatian khusus juga diberikan terhadap kondisi akses jalan menuju kawasan permukiman nelayan yang hingga kini masih mengalami kerusakan dan sering tergenang saat cuaca buruk.
Pemerintah Provinsi bersama Pemerintah Kabupaten Karimun tengah menyiapkan langkah percepatan perbaikan dengan tetap memperhatikan ketentuan hukum terkait status lahan.
Ansar menjelaskan bahwa regulasi terbaru Kementerian BUMN mengatur penggunaan lahan aset perusahaan negara tidak lagi melalui mekanisme pinjam pakai, melainkan harus melalui proses ganti rugi yang memerlukan persetujuan sesuai ketentuan yang berlaku.
Meski demikian, ia meminta jajaran terkait segera melakukan pengecekan batas legalitas lahan agar upaya perbaikan jalan dapat segera direalisasikan apabila tidak berada dalam kawasan aset perusahaan.
“Jika jalan yang rusak berada di luar batas lahan perusahaan, pemerintah daerah bisa segera melakukan semenisasi sehingga akses masyarakat menjadi lebih baik dan terhubung dengan jalan utama,” tegasnya.
Peresmian Tangkahan Nelayan Leho menjadi bukti nyata sinergi antara Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau dan Pemerintah Kabupaten Karimun dalam menghadirkan pembangunan yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat.
Kehadiran fasilitas tersebut diharapkan mampu meningkatkan aktivitas ekonomi nelayan sekaligus mendorong pertumbuhan kawasan pesisir yang lebih maju dan tertata.
Menutup sambutannya, Gubernur Ansar menyampaikan apresiasi kepada Bupati Karimun Ing. Iskandarsyah, Wakil Bupati Karimun, DPRD Kabupaten Karimun, serta seluruh pihak yang terus mendukung pembangunan daerah.
“Pembangunan harus terus kita lanjutkan dengan semangat kebersamaan. Ketika pemerintah, DPRD, dunia usaha, dan masyarakat bergerak bersama, maka manfaat pembangunan akan semakin besar dirasakan oleh masyarakat,” tutup Ansar.






