Pesona Kundur dan Tim Siak Berjaya! Ini Daftar Juara Gasing Dispora Karimun 2026

Kadispora Kabupaten Karimun, Usman, Kabid Pembudayaan Sugito bersama jajaran panitia dan para peserta berfoto bersama usai penyerahan hadiah kepada para pemenang Pertandingan Gasing dalam rangka HUT ke-27 Kabupaten Karimun di area parkir Hall A Coastal Area Karimun, Minggu (1/11/2026) siang. FOTO: NOV/WARTA RAKYAT

KARIMUN | WARTA RAKYAT – Persaingan ketangkasan gasing dalam rangka Hari Jadi Kabupaten Karimun ke-27 Tahun 2026 resmi berakhir.

Tim Pesona dari Kundur tampil sebagai juara pertama kategori Pangkah, sementara Fitram, Fahrudin, dan Syamsul asal Siak menguasai podium tertinggi kategori Uri.

Bacaan Lainnya

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Kabupaten Karimun, Usman, secara resmi menutup pertandingan yang mengusung tema “Gasing Berputar, Budaya Terjaga, Dunia Bersaudara” di area parkir Hall A Coastal Area Karimun, Minggu (1/11/2026) siang, sekaligus menyerahkan hadiah kepada para pemenang.

Penutupan turut dihadiri Kabid Pembudayaan Dispora Karimun Sugito, perwakilan Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (KORMI), FKPD, OPD, peserta pertandingan, serta masyarakat.

Pada kategori Pangkah, Tim Pesona dari Kundur berhasil mengamankan gelar juara pertama.

Posisi kedua diraih Tim Pink Panther A, juga dari Kundur, disusul Tim Laksamana dari Siak sebagai juara ketiga. Sementara Tim Elang Oren dari Karimun menempati posisi Juara Harapan I.

Persaingan kategori Uri juga berlangsung kompetitif. Fitram, Fahrudin, dan Syamsul dari Siak berhasil keluar sebagai juara pertama.

Posisi kedua diraih Suharman, Deki, dan Dudi dari Kundur, sedangkan Handoko, Malik, dan Dava dari Singapura menempati posisi ketiga.

Adapun Juara Harapan I kategori Uri diraih Muhammad, Ismail, Suhendra, dan Taufik Hidayat dari Karimun.

Kadispora Karimun, Usman, menyampaikan apresiasi kepada seluruh komunitas gasing yang telah berpartisipasi, baik dari Karimun, Kepulauan Riau, Provinsi Riau, hingga Singapura dan Malaysia.

“Atas nama pemerintah, kami mengucapkan terima kasih atas kehadiran dan partisipasi seluruh komunitas gasing yang telah mengikuti pertandingan ini. Antusiasme peserta dan masyarakat selama dua hari pelaksanaan menunjukkan bahwa olahraga tradisional ini masih memiliki tempat dan daya tarik tersendiri,” ujar Usman.

Menurutnya, gasing bukan sekadar permainan rakyat, melainkan bagian dari olahraga tradisional yang menyimpan nilai sejarah dan identitas budaya masyarakat Melayu.

Ia mengungkapkan, pertandingan tahun ini diikuti 17 tim dengan total sekitar 54 peserta dari berbagai daerah dan negara.

Tingginya partisipasi tersebut menjadi modal penting untuk mengembangkan kompetisi serupa dengan cakupan yang lebih luas.

“Yang paling penting bukan semata-mata siapa yang menang dan siapa yang kalah. Kita ingin membangun kebersamaan, mempererat silaturahmi, sekaligus menjaga nilai-nilai budaya yang menjadi identitas masyarakat Melayu, khususnya melalui olahraga tradisional gasing,” tegasnya.

Usman berharap pertandingan gasing dapat menjadi agenda rutin Pemerintah Kabupaten Karimun melalui Dispora.

Bahkan, pihaknya membuka peluang untuk memperluas jenis olahraga tradisional yang dipertandingkan pada penyelenggaraan mendatang.

“Insyaallah tahun depan akan kita laksanakan kembali. Mudah-mudahan pesertanya lebih banyak, termasuk dari Provinsi Riau, Kepulauan Riau, dan negara tetangga. Kita juga berencana menghadirkan nomor layang-layang serta permainan rakyat lainnya,” ungkapnya.

Tak hanya memperluas kompetisi, Usman juga menyoroti pentingnya regenerasi pemain gasing melalui keterlibatan lingkungan pendidikan dan sekolah.

Menurutnya, keberlangsungan tradisi gasing membutuhkan keterlibatan generasi muda agar permainan yang diwariskan para pendahulu tidak kehilangan penerus.

“Kita berharap komunitas gasing juga bisa dibangun di tingkat sekolah. Anak-anak harus mulai dikenalkan dengan permainan tradisional ini. Jangan sampai generasi penerus tidak lagi mengenal gasing, sementara para pemain terdahulu semakin berkurang,” pesannya.

Ia juga mengucapkan selamat kepada seluruh pemenang dan memberikan motivasi kepada peserta yang belum berhasil meraih juara agar kembali berpartisipasi pada kesempatan berikutnya.

Pertandingan gasing HUT ke-27 Kabupaten Karimun pun menjadi lebih dari sekadar kompetisi.

Gelanggang tersebut menghadirkan ruang pertemuan lintas daerah dan negara, sekaligus menegaskan bahwa warisan budaya Melayu tetap memiliki daya hidup di tengah perkembangan zaman.

Gasing boleh berhenti berputar di arena, tetapi semangat menjaga warisan budaya harus terus berlanjut. (Nov)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses