HUT ke-26 LAM Karimun, Bupati Ing Iskandarsyah Tegaskan Adat Melayu sebagai Pilar Marwah dan Identitas Daerah

Bupati Ing Iskandarsyah, menyampaikan pada peringatan Hari Jadi ke-XXVI Lembaga Adat Melayu (LAM) Kabupaten Karimun di Balai Adat Melayu, Jalan Jenderal Sudirman, Kabupaten Karimun, Sabtu (31/10/2026). FOTO: DISKOMINFO/ WARTA RAKYAT

KARIMUN | WARTA RAKYAT – Peringatan Hari Jadi ke-XXVI Lembaga Adat Melayu (LAM) Kabupaten Karimun menjadi momentum memperkuat peran lembaga adat dalam menjaga marwah, moralitas, serta identitas budaya di tengah dinamika pembangunan daerah.

Pesan tersebut mengemuka dalam acara syukuran Hari Jadi ke-26 LAM Kabupaten Karimun yang berlangsung di Balai Adat Melayu, Jalan Jenderal Sudirman, Kabupaten Karimun, Sabtu (31/10/2026).

Bacaan Lainnya

Kegiatan turut dirangkaikan dengan penabalan Hulubalang dan dihadiri Wakil Bupati Rocky M Bawole, unsur FKPD, DPRD, pimpinan OPD, serta sejumlah tokoh adat dan undangan.

Bupati Karimun, Ing Iskandarsyah, menyampaikan ucapan selamat sekaligus apresiasi atas perjalanan LAM Kabupaten Karimun yang selama ini menjadi bagian penting dalam menjaga nilai-nilai adat dan budaya Melayu di daerah.

Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah dan lembaga adat perlu terus diperkuat, mengingat pembangunan tidak semata-mata berbicara tentang infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga menyangkut pelestarian identitas, moralitas, dan karakter masyarakat.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Karimun, kami mengucapkan selamat Hari Jadi ke-26 LAM Kabupaten Karimun. Kami berharap LAM terus bersinergi dengan pemerintah daerah, khususnya dalam menjaga marwah dan moralitas daerah yang selama ini telah terjalin dengan baik,” ungkap Iskandarsyah.

Ia menegaskan, keberadaan LAM memiliki posisi strategis sebagai mitra pemerintah dalam memastikan nilai-nilai adat tetap menjadi bagian dari arah pembangunan daerah.

Berbagai program pemerintah, menurutnya, memiliki keterkaitan erat dengan adat istiadat dan membutuhkan pandangan serta dukungan para tokoh adat.

Iskandarsyah juga menyoroti peran LAM sebagai payung budaya yang menaungi keberagaman suku, agama, dan adat istiadat di Kabupaten Karimun.

Semangat kebersamaan dan gotong royong menjadi fondasi penting dalam merawat harmoni sosial sekaligus mendorong kemajuan daerah.

Sejalan dengan visi pembangunan Kabupaten Karimun 2025–2030, yakni mewujudkan Karimun yang maju, sejahtera, dan berbudaya, pemerintah daerah menempatkan pelestarian kebudayaan sebagai salah satu perhatian penting.

Salah satu implementasinya melalui kebijakan penggunaan busana Melayu di lingkungan sekolah setiap hari Jumat.

Kebijakan tersebut diharapkan tidak sekadar menjadi simbol berpakaian, tetapi juga sarana menanamkan kecintaan terhadap budaya dan identitas daerah sejak dini.

Bupati turut mengharapkan LAM terus memberikan masukan konstruktif agar penguatan nilai-nilai budaya dapat dikembangkan secara berkelanjutan, termasuk dalam dunia pendidikan.

Momentum penabalan Hulubalang dalam rangkaian peringatan tersebut juga menjadi pengingat atas tanggung jawab menjaga kehormatan adat dan nilai-nilai luhur Melayu.

Memasuki usia ke-26, LAM Kabupaten Karimun diharapkan semakin memperkuat eksistensinya sebagai penjaga warisan budaya, perekat keberagaman, sekaligus mitra strategis pemerintah dalam membangun Karimun yang tidak hanya maju secara pembangunan, tetapi juga kokoh dalam jati diri dan nilai-nilai budayanya. (Nov/Advertorial)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses