KARIMUN | WARTA RAKYAT — Karimun tengah membuka pintu bagi investasi berskala besar.
Pemerintah Kabupaten Karimun menyiapkan sejumlah proyek strategis, mulai dari pengembangan kawasan Pongkar–Karimun Anak, pelabuhan kontainer, hingga oil storage, dengan potensi investasi yang disebut mencapai Rp360 triliun apabila seluruh rencana terealisasi.
Bupati Karimun Ing Iskandarsyah mengungkapkan agenda tersebut saat menghadiri pelantikan Pengurus Dekranasda Kabupaten Karimun masa bakti 2025–2030 di Gedung Nasional Tanjung Balai Karimun, Selasa (22/9/2026).
Salah satu langkah yang telah berjalan ialah kerja sama dengan PT Timah melalui nota kesepahaman (MoU).
Pemerintah daerah kini mendorong agar aktivitas investasi tersebut ikut membuka ruang bagi masyarakat lokal.
“PT Timah sudah kita MoU. Sekarang tinggal bagaimana kita merancang kegiatan agar masyarakat bisa terlibat dalam aktivitas pertambangan. Dari sana diharapkan muncul perputaran ekonomi yang lebih besar,” ujar Iskandarsyah.
Ia memperkirakan aktivitas tersebut berpotensi menciptakan perputaran ekonomi sekitar Rp10 miliar hingga Rp15 miliar per bulan, bergantung pada skala kegiatan.
Iskandarsyah juga menekankan agar investasi tidak berhenti pada masuknya modal, tetapi menciptakan efek berantai bagi masyarakat.
Salah satunya melalui optimalisasi program CSR perusahaan untuk mendukung pelaku usaha dan produk lokal.
“Kami berharap CSR perusahaan juga dapat dikolaborasikan dengan Dekranasda sehingga produk-produk masyarakat ikut tumbuh. Bagi kami, investasi harus memberikan dampak yang nyata,” tegasnya.
Untuk kawasan Pongkar dan Karimun Anak, Pemkab Karimun telah bekerja sama dengan Tianjin University dalam penyusunan feasibility study (FS).
Dari berbagai peluang tersebut, Iskandarsyah menyoroti dua infrastruktur yang dinilai memiliki posisi strategis yakni pelabuhan kontainer dan oil storage.
“Kalau seluruh peluang itu terbuka, saya melihat dua yang sangat strategis, yakni pelabuhan kontainer dan oil storage,” katanya.
Besarnya investasi juga dikaitkan dengan peluang penciptaan lapangan kerja.
Iskandarsyah menyebut pengembangan industri teknologi dan manufaktur berpotensi menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar, bahkan hingga 50 ribu orang apabila investasi terealisasi sesuai rencana.
Bagi pemerintah daerah, ukuran keberhasilan investasi bukan semata nilai modal yang masuk, tetapi seberapa jauh investasi mampu menciptakan lapangan kerja, menggerakkan UMKM, memperkuat perajin dan membangun rantai pasok lokal.
Dalam skema itu, Dekranasda diposisikan sebagai bagian dari ekosistem ekonomi yang menghubungkan investasi dengan produk kerajinan, kuliner dan usaha masyarakat.
Pelantikan Pengurus Dekranasda Karimun masa bakti 2025–2030 dilakukan Ketua Dekranasda Kabupaten Karimun Ny. Hj. Siti Rojiah Iskandarsyah, yang juga Ketua TP PKK Kabupaten Karimun.
Prosesi disaksikan Ketua Dekranasda Provinsi Kepulauan Riau Dra. Hj. Dewi Kumalasari Ansar secara virtual dan dihadiri unsur FKPD serta pimpinan OPD.
“Targetnya jelas, investasi masuk, infrastruktur tumbuh, lapangan kerja terbuka, UMKM bergerak, dan produk lokal ikut naik kelas,” tutup Bupati Iskandarsyah. (Nov)






