KARIMUN | WARTA RAKYAT — Pemerintah Kabupaten Karimun menggeber dua sektor utama untuk mempercepat perputaran ekonomi daerah, yakni investasi dan pariwisata.
Bupati Karimun Ing Iskandarsyah mengatakan, posisi strategis Karimun di kawasan perbatasan harus diubah menjadi kekuatan ekonomi melalui penguatan investasi sekaligus peningkatan kunjungan wisatawan, khususnya dari Singapura dan Malaysia.
Hal itu disampaikannya saat menghadiri pelantikan Pengurus Dekranasda Kabupaten Karimun masa bakti 2025–2030 di Gedung Nasional Tanjung Balai Karimun, Selasa (22/9/2026).
Menurut Iskandarsyah, investasi diarahkan pada pengembangan pelabuhan, fasilitas penyimpanan minyak dan kerja sama industri.
Sementara pariwisata didorong melalui sport tourism dan heritage tourism.
“Kita ingin mendorong dua kekuatan utama ekonomi Karimun, yakni investasi dan pariwisata. Untuk pariwisata, kita punya ruang besar melalui sport tourism dan heritage,” ujarnya.
Potensi pasar wisatawan mancanegara dinilai terbuka lebar. Iskandarsyah menyebut, berdasarkan laporan KSOP, sekitar 5.400 orang datang ke Karimun setiap bulan, dengan konektivitas kapal menuju Malaysia dan Singapura.
“Potensi kunjungan itu harus kita kemas dengan baik. Wisatawan jangan hanya datang, tetapi kita dorong untuk menginap, makan, berbelanja, dan menikmati produk serta atraksi lokal,” katanya.
Pemkab Karimun juga mendorong event olahraga, termasuk sepeda, agar mampu menarik peserta dari Singapura dan Malaysia.
“Kita ingin event olahraga di Karimun menjadi bagian dari promosi pariwisata. Peserta dari Singapura dan Malaysia perlu kita undang agar dampaknya ikut dirasakan sektor hotel, kuliner, transportasi dan UMKM,” ujarnya.
Iskandarsyah menilai semakin lama wisatawan tinggal dan semakin besar belanja mereka, semakin kuat pula efek ekonominya.
“Kalau target kita 100 ribu wisatawan dalam setahun dan masing-masing membelanjakan Rp1 juta, ada potensi Rp100 miliar yang berputar di Karimun. Ini yang harus kita manfaatkan,” tegasnya.
Dalam ekosistem tersebut, Dekranasda memiliki peran strategis dengan menjadikan produk kerajinan dan kuliner lokal sebagai bagian dari pengalaman wisata sekaligus identitas Karimun.
Investasi menghadirkan modal dan lapangan kerja. Pariwisata mendatangkan pengunjung. Produk lokal menangkap belanja. Tiga elemen ini diharapkan menjadi rantai ekonomi baru Karimun. (Nov)






