Wakil Ketua 1 DPRD Karimun Satria Usulkan Pelabuhan Taman Bunga Beroperasi 24 Jam, Percepat Arus Bongkar Muat

Wakil Ketua I DPRD Karimun, H Satria, SE, MM, MH, saat menghadiri rapat koordinasi pembahasan kegiatan bongkar muat Pelabuhan Taman Bunga tersebut digelar di Ruang Rapat Cempaka Putih, Kantor Bupati Karimun, Selasa (15/9/2026). FOTO: Nov/WARTA RAKYAT

KARIMUN | WARTA RAKYAT — Efisiensi waktu bongkar muat di Pelabuhan Taman Bunga Karimun menjadi perhatian serius DPRD Kabupaten Karimun.

Wakil Ketua I DPRD Karimun, H. Satria, SE, MM, MH, mendorong agar aktivitas pelabuhan dioptimalkan hingga 24 jam melalui sistem pembagian shift.

Bacaan Lainnya

Menurut Satria, terbatasnya jam operasional berpotensi memperpanjang waktu kapal bersandar, meningkatkan biaya charter, sekaligus menghambat rotasi dan produktivitas angkutan.

“Antrean kapal juga lumayan banyak. Tetapi saya melihat terlalu banyak waktu yang terbuang, terutama dari sisi pekerjaan,” ujar Satria dalam rapat koordinasi pembahasan bongkar muat Pelabuhan Taman Bunga di Ruang Rapat Cempaka Putih, Kantor Bupati Karimun, Selasa (15/9/2026).

Ia menilai, apabila kegiatan bongkar muat dapat berlangsung 24 jam dengan sistem shift, waktu penyelesaian kapal akan jauh lebih efisien.

Sebaliknya, aktivitas yang hanya berjalan sekitar delapan jam sehari berpotensi membuat kapal tertahan lebih lama.

“Kalau perhitungan normalnya pekerjaan 24 jam bisa selesai dalam dua hari, tetapi kalau hanya delapan jam sehari, waktunya bisa molor menjadi satu minggu. Ini tentu merugikan owner kapal karena perhitungan charter sudah berjalan,” tegasnya.

Satria menambahkan, keterlambatan bongkar muat turut memengaruhi jumlah perjalanan kapal. Semakin lama kapal tertahan, semakin kecil produktivitas pengangkutan dalam satu periode.

Karena itu, ia meminta Pelindo sebagai fasilitator dan KSOP sebagai regulator duduk bersama merumuskan pola operasional yang lebih efektif.

“Mari kita cari jalan keluar bersama. Bagaimana pekerjaan ini bisa dilakukan 24 jam dengan sistem shift,” ungkapnya.

Untuk mendukung operasional malam hari, Satria juga mendorong penguatan fasilitas pelabuhan, terutama penerangan dan sarana keselamatan lainnya.

“Lengkapi fasilitas pelabuhan seperti lampu dan sebagainya, sehingga bisa bekerja malam hari kalau cuaca mengizinkan. Dengan begitu, antrean kapal di belakangnya bisa lebih cepat bergerak,” jelasnya.

Menurutnya, optimalisasi jam kerja bukan semata persoalan pelabuhan, tetapi berkaitan langsung dengan kelancaran arus barang dan pergerakan ekonomi daerah.

“Pada prinsipnya kami siap kapan saja diajak mencari solusi demi Pelindo dan Kabupaten Karimun,” pungkas Satria.

Rapat tersebut dihadiri Bupati Karimun, Ing Iskandarsyah, unsur Forkopimda, sejumlah kepala OPD, Direktur PT Pelabuhan Karimun, KSOP, Pelindo, anggota TKBM, pihak koperasi hingga para agen.

Optimalisasi Pelabuhan Taman Bunga diharapkan mampu menciptakan sistem bongkar muat yang lebih cepat, efisien, aman dan kompetitif, sekaligus memangkas waktu tunggu kapal yang selama ini menjadi salah satu persoalan dalam aktivitas kepelabuhanan Karimun. (Nov)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses