KARIMUN | WARTA RAKYAT — Kabut asap yang terpantau menyelimuti sejumlah wilayah Kepulauan Riau menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Karimun.
Di tengah kondisi tersebut, masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko gangguan kesehatan, terutama saat beraktivitas di luar ruangan.
Bupati Karimun, Ing Iskandarsyah, meminta masyarakat untuk menggunakan masker ketika harus beraktivitas di luar rumah.
Imbauan tersebut terutama ditujukan untuk melindungi kelompok rentan dari paparan udara yang mengandung partikel akibat kabut asap.
“Untuk masyarakat, kami mengimbau agar menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah. Kalau tidak ada keperluan yang mendesak, sebaiknya aktivitas di luar ruangan juga dikurangi,” ujar Iskandarsyah, Minggu (6/9/2026).
Ia juga meminta masyarakat membatasi aktivitas fisik berat di luar ruangan, khususnya bagi anak-anak, lanjut usia, serta masyarakat yang memiliki gangguan atau sensitif terhadap masalah pernapasan.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Karimun, Soerjadi, mengatakan peningkatan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di tengah kondisi kabut asap masih tergolong wajar.
Menurutnya, hingga saat ini belum terlihat adanya lonjakan kasus ISPA yang signifikan.
Meski demikian, masyarakat tetap diminta tidak mengabaikan kondisi udara dan menjaga kesehatan, terutama apabila mengalami keluhan seperti batuk, sesak atau gangguan pernapasan lainnya.
Soerjadi juga mengingatkan masyarakat untuk menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dengan menjaga kebersihan diri maupun lingkungan.
Kondisi kualitas udara di sejumlah wilayah Kepulauan Riau pada Minggu (6/9/2026) dilaporkan berada dalam kondisi yang perlu diwaspadai, seiring meningkatnya konsentrasi partikulat halus PM2.5.
Data yang diterima menyebutkan indeks kualitas udara berada di kisaran 81,9, sementara jarak pandang masih sekitar 9.000 meter.
Dengan jarak pandang tersebut, aktivitas transportasi disebut belum mengalami gangguan signifikan.
Kabut asap yang muncul di wilayah Kepri disebut berkaitan dengan sebaran asap dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Sumatera dan Kalimantan.
Namun, kondisi kualitas udara dapat berubah mengikuti arah angin, konsentrasi partikulat, serta perkembangan sumber kebakaran. Karena itu, masyarakat diminta tetap memantau informasi resmi dan menyesuaikan aktivitas di luar ruangan dengan kondisi udara terkini.
Bupati Iskandarsyah menekankan bahwa langkah pencegahan menjadi penting meski kondisi kesehatan masyarakat Karimun belum menunjukkan peningkatan kasus ISPA yang mengkhawatirkan.
“Masyarakat kita minta tetap tenang, tetapi jangan abai. Gunakan masker ketika berada di luar dan kurangi aktivitas yang tidak perlu di luar ruangan, terutama untuk anak-anak dan kelompok yang rentan,” katanya.
Pemerintah daerah juga mengingatkan masyarakat untuk menjaga pola hidup bersih dan sehat, mencukupi kebutuhan cairan serta segera mendapatkan pelayanan kesehatan apabila mengalami keluhan pernapasan yang memburuk. (Nov)






