KARIMUN | WARTA RAKYAT — Kemegahan Opening Ceremony Karimun Taja Tari 2026 bukan lahir dalam semalam.
Di balik sorotan panggung, musik, koreografi dan pertunjukan lintas negara, ada kerja panjang para pekerja seni, koreografer, penari, musisi, kru produksi hingga komunitas budaya yang bergerak dalam satu orkestrasi kreatif.
Malam puncak Karimun Taja Tari 2026 digelar Sabtu (29/8/2026), pukul 19.30 WIB, di Panggung Putri Kemuning, Coastal Area Karimun.
Perhelatan yang berlangsung 27–29 Agustus ini menjadikan seni sebagai ruang perjumpaan budaya Indonesia, Malaysia dan Singapura.
Dua kompetisi utama Lomba Tari Tradisi Melayu dan Lomba Tari Joget Kreasi menjadi salah satu denyut utama festival.
Pesertanya tak hanya berasal dari Karimun, tetapi juga sejumlah daerah seperti Pelalawan, Bintan, Tanjungpinang dan Kepulauan Meranti.
Namun, Taja Tari 2026 melampaui sekadar kompetisi. Panggung ini dirancang sebagai ruang temu seniman serumpun, mempertemukan tradisi, kreativitas dan generasi muda dalam bahasa universal bernama seni.
Di balik konsep tersebut, Ahadian Zulseptriadi, S.Sn., M.M, Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata Dispar Karimun, dipercaya sebagai Event Producer, Artistic Director sekaligus Lead Choreographer.
Pengalaman Ahadian di dunia seni dan produksi menjadi salah satu fondasi dalam merancang pertunjukan.
Lulusan Institut Kesenian Jakarta (IKJ) tersebut memiliki pengalaman berkarya selama lima tahun di Indosiar dan SCTV serta hingga kini aktif bersama Batavia Dance Studio.
“Taja Tari bukan hanya tentang bagaimana sebuah pertunjukan terlihat megah di atas panggung. Di belakangnya ada proses kreatif, disiplin, kolaborasi dan kerja keras banyak orang. Kami ingin seluruh elemen itu menyatu menjadi pertunjukan yang memiliki identitas dan pesan budaya yang kuat,” ujar Adi panggilan akrabnya, Sabtu (29/8).
Ia menegaskan, tema “Melangkah dengan Khazanah” menjadi pijakan utama dalam proses kreatif bergerak menuju masa depan tanpa meninggalkan akar budaya.
Ahadian didukung Restu Dharmika Putra, S.E, sebagai Stage Manager sekaligus Co-Choreographer. Tim Assistant Choreographers diperkuat Maya Indah Sari, S.Pd.SD, Fenni Rahayu, Sukma Rahayu Putri, S.Pd., Dian Oktazana, Dwi Dian Saputri dan Novianggi.
Sementara urusan Assistant Stage Managers & Show Callers melibatkan Muhammad Tri Ananta, Fenni Rahayu, Iqmam Ilzani Putra, S.Sn., Taufik Hidayat, S.M.Par., Rizki Desi Wulansari, S.ST., Mohd Aldy Alfahreza, Rahmat Hidayat, Raja Zulfriansyah dan Alimin.
Pada sisi musik, AF13 Studio mengambil peran melalui konsep Human AI Collaborative Music Production, sebuah pendekatan yang mempertemukan kreativitas manusia dengan pemanfaatan teknologi dalam produksi musik.
Sektor wardrobe, makeup dan properti turut ditangani oleh Maya Indah Sari, Fenni Rahayu, Yuliana dan Iqmam Ilzani Putra.
Kekuatan Taja Tari semakin terasa melalui keterlibatan berbagai sanggar dan komunitas seni.
Sanggar Baswara dan PLS. Pelangi Budaya Studio menjadi bagian dari kolaborasi, bersama sanggar seni lainnya dan siswa-siswi Kabupaten Karimun.
Pada malam puncak, panggung akan mempertemukan seniman dari Indonesia, Malaysia dan Singapura. Bukan sekadar pertunjukan, tetapi sebuah perjumpaan budaya masyarakat serumpun.
Ada pula special collaboration bersama Al Hafiz, dengan dukungan vokal Aurel Laurenza serta Choir Ensemble SMA Negeri 1 Karimun.
Di belakang layar, Media & Creative diperkuat M. Doni Suryadi, S.Pd., bersama Assistant Media & Creative Rafael Chandra Kurnia.
Karimun Taja Tari bukan gagasan yang lahir tiba-tiba. Perjalanannya bermula sejak 2025, dengan Mekar Indriani, S.Pd.SD dan Restu Dharmika Putra, S.E. menjadi bagian dari pencetus sekaligus penggerak awal.
Dari sana, Taja Tari berkembang menjadi ruang ekspresi yang mempertemukan seniman, sanggar, pelajar, komunitas dan berbagai elemen kreatif daerah.
Dukungan Bupati Karimun Ing Iskandarsyah dan Wakil Bupati Rocky Marciano Bawole, turut memperkuat arah pengembangan seni budaya sebagai bagian dari ekosistem pariwisata dan ekonomi kreatif daerah.
Kini, seluruh proses itu bermuara di satu panggung. Sabtu malam, 29 Agustus 2026, pukul 19.30 WIB, Panggung Putri Kemuning Coastal Area menjadi titik temu karya, tradisi dan kreativitas tiga negara.
Karena di balik gemerlap lampu panggung, sesungguhnya ada cerita tentang mereka yang bekerja dalam senyap para pekerja seni yang memastikan khazanah budaya tetap hidup, bergerak dan menemukan panggungnya.
Satu Panggung. Satu Visi. Satu Karya. KARIMUN TAJA TARI 2026, melangkah dengan Khazanah — Enjoy Karimun. (Nov)






