KARIMUN | WARTA RAKYAT — Panggung Karimun Taja Tari 2026 akhirnya melahirkan para juara. Angsana Dance tampil sebagai jawara kategori umum, sementara SDN 008 Meral merebut posisi teratas tingkat sekolah dasar dalam perhelatan seni yang mempertemukan talenta dari berbagai daerah.
Malam puncak Karimun Taja Tari 2026 berlangsung Sabtu (29/8/2026) di Panggung Putri Kemuning, Coastal Area Karimun.
Selain pengumuman para juara, malam penutup dirangkai dengan pertunjukan seni dan kolaborasi budaya Indonesia, Malaysia dan Singapura.
Di tingkat SD, SDN 008 Meral keluar sebagai juara pertama, disusul SDN 002 Meral sebagai juara kedua dan SDN 002 Selatpanjang di posisi ketiga.
Selanjutnya, SDN 003 Meral Barat, SDS 017 IT Darul Mukmin, dan MIN 2 Karimun 1 menempati posisi berikutnya.
Sementara pada kategori Umum, Angsana Dance tampil sebagai juara pertama. Posisi kedua diraih Sanggar Canggai Putri, disusul Sanggar Seri Ungar sebagai juara ketiga.
Sang Nila Utama, Kabupaten Bintan, Nada Do, Kota Tanjungpinang, serta Sanggar Malay Nusantara Indonesia, Kota Tanjungpinang, masing-masing menempati peringkat berikutnya.
Tak hanya kelompok terbaik, penghargaan juga diberikan kepada individu yang dinilai menonjol.
Penata Tari Terbaik diraih Sinta Trillia Rossa, sedangkan Penata Rias dan Kostum Terbaik diberikan kepada Iqman Ilzabi Putra, S.Sn dan Firmansyah.
Untuk kategori penari, penghargaan Penari Terbaik Putra diberikan kepada peserta Nomor Urut 5 Huruf A, sementara Penari Terbaik Putri diraih peserta Nomor Urut 6 Huruf B.
Para juara berhak membawa pulang uang tunai, sertifikat penghargaan dan piala sebagai bentuk apresiasi atas prestasi dan kreativitas yang ditampilkan selama kompetisi.
Kompetisi tersebut dinilai oleh empat juri yang memiliki latar belakang seni dari tiga negara, yakni Sujadi dan Tony Hermawan dari Indonesia, Fatir Mohtar dari Malaysia, serta Awaliyah Ja’far dari Singapura.

Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata Dinas Pariwisata Kabupaten Karimun sekaligus Event Producer, Artistic Director dan Co-Choreographer Karimun Taja Tari 2026, Ahadian Zulseptriadi, S.Sn., M.M, mengatakan lahirnya para juara menjadi salah satu bukti bahwa panggung budaya dapat menjadi ruang serius bagi lahirnya talenta dan kreativitas baru.
“Yang terpenting dari kompetisi ini bukan hanya siapa yang menjadi juara, tetapi bagaimana kita menghadirkan ruang bagi para penari dan pelaku seni untuk berkembang. Para juara hari ini adalah bagian dari wajah masa depan seni dan budaya kita,” ujarnya.
Menurut Adi panggilan akrabnya, Karimun Taja Tari tidak dirancang sebatas ajang perlombaan. Festival ini menjadi ruang perjumpaan antara tradisi, kreativitas, generasi muda dan jejaring seni lintas daerah hingga lintas negara.
Pandangan serupa disampaikan Manajer Sanggar Baswara, Mekar Indriani. Ia menilai panggung seperti Taja Tari penting untuk memberikan pengalaman sekaligus ruang tumbuh bagi para penari, terutama generasi muda.
“Bagi para penari, panggung seperti ini bukan hanya tentang menang atau kalah. Ini tentang keberanian tampil, belajar dari kelompok lain, menjaga tradisi dan terus meningkatkan kualitas. Ketika ruang seperti ini terus hadir, anak-anak muda akan semakin percaya diri untuk membawa seni budaya ke panggung yang lebih luas,” tuturnya.
Karimun Taja Tari berlangsung pada 27–29 Agustus 2026 dengan mengusung semangat perjumpaan seni, kreativitas dan budaya serumpun.
Pesertanya tidak hanya berasal dari Karimun, tetapi juga sejumlah daerah seperti Pelalawan, Bintan, Tanjungpinang dan Kepulauan Meranti.
Dua kompetisi utama, Lomba Tari Tradisi Melayu dan Lomba Tari Joget Kreasi, menjadi panggung bagi generasi muda untuk menjaga akar tradisi sekaligus melahirkan kreasi baru.
Namun, daya tarik Taja Tari tidak berhenti pada kompetisi. Festival ini juga menghadirkan seniman dan kelompok seni dari Indonesia, Malaysia dan Singapura melalui rangkaian pertunjukan eksibisi dan kolaborasi.
Pada malam puncak, panggung Putri Kemuning juga menjadi ruang pertemuan budaya tiga negara melalui Opening Ceremony utama, kolaborasi seniman Indonesia-Singapura-Malaysia serta penampilan spesial Al Hafiz.
Dukungan Bupati Karimun Ing Iskandarsyah dan Wakil Bupati Rocky Marciano Bawole turut memperkuat arah pengembangan seni budaya sebagai bagian dari ekosistem pariwisata dan ekonomi kreatif daerah.
Pada akhirnya, daftar juara bukan sekadar deretan nama di lembar penghargaan. Mereka adalah talenta yang lahir dari sebuah panggung yang mempertemukan tradisi, kompetisi dan kreativitas dari Karimun untuk panggung budaya yang lebih luas.
Angsana Dance dan SDN 008 Meral boleh berdiri di podium tertinggi. Namun malam puncak Taja Tari 2026 meninggalkan pesan yang lebih besar, yakni budaya akan terus hidup ketika generasi mudanya diberi panggung untuk berkarya. (Nov)






