PS Karimun Bangkit dari Mati Suri, 23 Talenta Muda Bidik Juara Soeratin Kepri 2026

Manajer PS Karimun, Samsul (tengah), bersama pengurus foto bersama. (Foto: Nov)

KARIMUN | WARTA RAKYAT – Persatuan Sepak Bola Karimun (PS Karimun) kembali menegaskan tekadnya membangun fondasi sepak bola daerah melalui pembinaan usia muda.

Setelah lama berada dalam kondisi mati suri, klub kebanggaan masyarakat Karimun itu kini perlahan kembali menata langkah dengan satu orientasi utama, yakni melahirkan generasi pesepak bola yang mampu bersaing dari level daerah hingga nasional.

Bacaan Lainnya

Momentum kebangkitan tersebut diwujudkan melalui keikutsertaan PS Karimun pada Piala Soeratin U15 PSSI Kepulauan Riau 2026, yang dijadwalkan mulai bergulir pada 6 Agustus 2026 di Kota Tanjungpinang.

Sebanyak 23 pemain muda dan tujuh official menjadi bagian dari skuad PS Karimun yang akan membawa nama daerah dalam kompetisi bergengsi pembinaan sepak bola usia dini tersebut.

Pelepasan skuad berlangsung di Pelabuhan Roro Parit Rampak Karimun, Selasa (4/8) malam. Prosesi itu turut dihadiri Wakil Bupati Karimun, Rocky Marciano Bawole, dan Anggota DPRD Karimun, Muhammad Firdaus, yang memberikan dukungan kepada para pemain dan tim official sebelum bertolak menuju Tanjungpinang.

Bagi PS Karimun, keikutsertaan dalam Soeratin bukan semata tentang mengejar trofi. Turnamen ini menjadi bagian penting dari proses panjang membangun kembali ekosistem sepak bola Karimun melalui pembinaan yang terarah, berkelanjutan dan berorientasi pada masa depan.

Manajer PS Karimun, Samsul, mengatakan perjalanan membangun kembali PS Karimun dilakukan secara bertahap. Dalam satu tahun terakhir, perhatian manajemen diarahkan untuk menghidupkan kembali klub sekaligus menempatkan pembinaan pemain muda sebagai prioritas.

Menurutnya, sepak bola Karimun memiliki potensi besar. Karena itu, pembinaan tidak boleh hanya berorientasi pada pencapaian jangka pendek, tetapi harus menjadi investasi untuk melahirkan pemain-pemain yang mampu membawa nama daerah di level lebih tinggi.

“Kurang lebih satu tahun ini kami membina kembali PS Karimun yang sebelumnya cukup lama mati suri. Fokus kami sekarang adalah pembinaan usia muda. Kami ingin membangun fondasi dari bawah agar ke depan ada kesinambungan,” ujar Samsul kepada Warta Rakyat, Rabu (5/8).

Ia menegaskan, Piala Soeratin U15 Kepri 2026 menjadi salah satu momentum penting untuk mengukur sejauh mana proses pembinaan yang telah dijalankan.

Samsul meminta para pemain tidak terbebani target, namun tetap memiliki mental bertanding dan semangat juang tinggi di setiap pertandingan.

“Kami ingin anak-anak berjuang maksimal. Target kami tentu ingin menjadi juara Soeratin Kepri 2026, tetapi yang paling penting mereka mendapatkan pengalaman, menunjukkan karakter dan membawa nama baik Karimun,” katanya.

Menurut Samsul, keberangkatan 23 pemain tersebut juga membawa pesan lebih besar bahwa Karimun memiliki talenta sepak bola yang layak mendapatkan ruang untuk berkembang.

PS Karimun tidak ingin perjalanan di Piala Soeratin berhenti pada fase kompetisi tingkat provinsi. Manajemen menargetkan prestasi terbaik sebagai pintu menuju kompetisi nasional di Pulau Jawa.

Karena itu, setiap pertandingan akan menjadi bagian dari proses pembentukan mental dan karakter para pemain muda.

“Kami bersama tim official akan berjuang bersama sampai target terbaik. Mudah-mudahan bisa juara di Kepri dan membuka jalan menuju Soeratin tingkat nasional,” tutur Samsul.

Ia juga berharap dukungan pemerintah daerah, masyarakat, serta seluruh pecinta sepak bola Karimun terus mengalir kepada para pemain.

Sebab, menurutnya, membangun sepak bola tidak bisa dilakukan oleh klub seorang diri. Dibutuhkan sinergi antara pemerintah, dunia pendidikan, pembina, pelatih, orang tua, masyarakat dan stakeholder olahraga.

Kini, 23 pemain muda PS Karimun membawa satu misi yakni tampil sebaik mungkin, berjuang sekuat tenaga, mengharumkan nama Karimun di pentas Piala Soeratin Kepri 2026, sekaligus membuka jalan menuju panggung sepak bola nasional.

Dari Tanjungpinang, kebangkitan PS Karimun akan diuji. Bukan hanya soal siapa yang menang dan siapa yang kalah, tetapi tentang seberapa kuat fondasi baru sepak bola Karimun sedang dibangun untuk masa depan. (Nov)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses