Bupati Karimun Ing Iskandarsyah Pilih Memaafkan dan Utamakan Kepentingan Masyarakat

Bupati Karimun Ing Iskandarsyah. (Foto: Nov)

KARIMUN | WARTA RAKYAT — Dinamika kepemimpinan kerap diwarnai oleh berbagai ujian, mulai dari kritik terbuka hingga riak-riak perbedaan pandangan di ruang publik.

Menyikapi polemik yang sempat viral di media sosial beberapa waktu lalu, Bupati Karimun Ing Iskandarsyah menunjukkan sikap kepemimpinan yang matang, bijaksana, dan berjiwa besar.

Bacaan Lainnya

Alih-alih mengambil jalur hukum atau reaktif terhadap kritikan personal, Bupati Ing Iskandarsyah memilih untuk fokus bekerja serta mengedepankan kemaslahatan masyarakat luas di atas segalanya.

Sebagai seorang kepala daerah, dinamika dan sorotan publik merupakan bagian tak terpisahkan dari amanah yang diemban.

Bupati Ing Iskandarsyah menegaskan bahwa dirinya secara prinsip tidak pernah anti terhadap kritik, sepanjang kritik tersebut disampaikan berdasarkan data, fakta, serta dilandasi rasa tanggung jawab moral untuk kemajuan daerah.

“Saya tidak pernah lapor ke polisi, ya. Karena itu memang konsekuensi menjadi kepala daerah, pasti akan dapat kritikan. Mungkin yang kita berbuat baik aja, tidak pernah disebut-sebut, apalagi kalau kita berbuat jahat. Makanya saya bilang, saya tidak anti-kritik semuanya selama punya rasa tanggung jawab dan kritiknya merupakan data dan fakta,” ujar, Kamis (30/7/2026).

Ia memandang bahwa esensi dari sebuah kritik sekalipun dikemas dengan ekspresi yang keras pada dasarnya adalah bentuk kepedulian agar pemerintah daerah terus menghadirkan yang terbaik bagi warganya.

Oleh karena itu, ia memilih untuk tidak bersikap emosional, melainkan menangkap substansi pesannya dan menjawabnya melalui kerja nyata.

“Saya tipe orang yang menangkap pesannya aja dulu, oh pesannya berbuatlah yang terbaik untuk masyarakat, itu, ya kan? Yang perlu pesan-pesan utamanya. Makanya, ya udahlah, saya enggak mau terlalu reaktif, gitu. Kita buktikan dengan kerja ajalah. Kalau kita reaktif dan emosional, bukan kita menyelesaikan masalah,” tambahnya.

Terkait polemik yang melibatkan akun atau figur bernama “Terbit Fajar” (yang juga dikenal secara personal oleh sang Bupati), Ing Iskandarsyah menyatakan telah memaafkannya secara terbuka.

Ia memahami latar belakang personal yang bersangkutan dan memilih untuk tidak memperpanjang persoalan tersebut ke ranah hukum.

Kendati demikian, ia tidak menampik jika reaksi keras sempat muncul dari berbagai elemen masyarakat, termasuk dari unsur Lembaga Melayu Bersatu (LMB).

Reaksi tersebut dipicu oleh kepedulian terhadap norma, etika, serta adab ketimuran dan keluhuran adat Melayu yang dijunjung tinggi di Bumi Berazam.

“Khusus Terbit Fajar, menurut kami silakan. Tapi dari sisi etika bahasa yang kita pakai, kita ini kan punya adat dan adab. Tapi sekali lagi ya, saya tidak pernah melaporkan dia ke polisi. Coba cek aja di kantor polisi. Kalaupun ada yang bersimpati kepada kami, waktu itu setahu saya dari LMB. Barangkali mereka melihat dari perspektif bahwa ini sudah bicara tentang adat dan adab,” jelasnya.

Sebagai bagian dari masyarakat Melayu, lanjut Bupati, wajar jika ada elemen yang merasa perlu mengingatkan agar nilai-nilai kesantunan tetap terjaga di ruang publik.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa prioritas utamanya tetaplah menjaga kondusivitas daerah.

Bupati Ing Iskandarsyah menegaskan bahwa dirinya tidak ingin energi pemerintah daerah terkuras oleh urusan politik praktis atau dinamika masa lalu yang seharusnya sudah selesai seiring tuntasnya kontestasi pemilihan kepala daerah.

Bagi Bupati, fokus utama pemerintahan saat ini adalah menggenjot perekonomian daerah melalui pembukaan pintu investasi yang luas.

“Yang saya agak kritis kalau saya respon, sudah menyangkut kepentingan daerah. Contoh, semisal investasi, ada orang ribut-ribut misalnya, memberikan statement atau publikasi tanpa data dan fakta, biasa saya kritis itu. Karena ujungnya apa yang menjadi tindakan kami, cuman kami ingin membangun kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.

Ia memaparkan bahwa langkah-langkah strategis seperti menarik investor, mengembangkan sektor pariwisata, serta memperkuat UMKM adalah kunci utama untuk membuka lapangan pekerjaan seluas-luasnya bagi generasi muda di Kabupaten Karimun.

Bupati Karimun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menanggalkan perbedaan dan kembali bergandengan tangan.

Ia berharap agar momentum ini dapat menjernihkan suasana, sehingga seluruh pihak dapat bersama-sama berkontribusi positif bagi kemajuan daerah dan kesejahteraan masyarakat Karimun secara berkelanjutan. (Nov)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses