KARIMUN | WARTA RAKYAT —Pembangunan yang berkeadilan dan merata bukan lagi sekadar wacana di atas kertas bagi Pemerintah Kabupaten Karimun.
Di bawah kepemimpinan yang progresif, pemerintah daerah kembali membuktikan kehadiran negara hingga ke titik-titik terluar nusantara.
Wakil Bupati Karimun, Rocky Marciano Bawole, memimpin langsung inspeksi mendalam terhadap infrastruktur pendidikan dan konektivitas daerah di Desa Selat Mie, Kecamatan Sugie Besar, pada Selasa (28/7/2026).
Kunjungan kerja ini tidak sekadar agenda seremonial, melainkan sebuah manifestasi respons cepat pemerintah daerah terhadap disparitas wilayah, memastikan denyut pembangunan dirasakan oleh setiap anak bangsa tanpa terkecuali.
Rangkaian lawatan kerja yang padat ini diawali dengan sebuah pemandangan yang sarat emosional dan penuh khidmat di SD Negeri 010 Moro dan SMP Negeri 4 Satu Atap Moro.
Wakil Bupati Rocky Marciano Bawole memilih untuk membaur secara langsung bersama para siswa dan dewan guru dalam pelaksanaan Upacara Senin Pagi.
Di bawah kibaran Sang Merah Putih, kehadiran orang nomor dua di Karimun ini menjadi suntikan motivasi moril yang luar biasa bagi para generasi penerus di wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar).
Pesan-pesan kebangsaan dan dorongan semangat belajar disampaikan langsung, menegaskan bahwa keterbatasan geografis tidak boleh menjadi penghalang untuk menggapai cita-cita tinggi.
“Pendidikan di wilayah 3T tidak boleh tertinggal. Kami bukan hanya melihat, tetapi langsung menginstruksikan pendataan agar usulan revitalisasi ini segera dieksekusi,” tegas Wabup Rocky.
Fokus utama peninjauan kemudian bergeser ke aspek fisik penunjang kegiatan belajar-mengajar.
Wakil Bupati secara tegas menginstruksikan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Karimun untuk bergerak cepat merumuskan usulan rehabilitasi mendesak, khususnya terkait perbaikan atap ruang kelas yang mengalami kerusakan di SDN 010 Moro serta SDN 006 Moro di Dusun Setonggeng.
Pemerintah berkomitmen mengawal pembiayaan revitalisasi ini melalui sinergi pendanaan APBN dan APBD.
Langkah progresif ini beririsan langsung dengan kebijakan nasional.
Pemkab Karimun memastikan bahwa SMP Negeri 4 dan SMP Negeri 3 Satu Atap Moro telah resmi masuk dalam daftar prioritas penerima bantuan revitalisasi dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) untuk tahun anggaran mendatang.
Tidak berhenti pada infrastruktur fisik ruang kelas, rombongan juga melakukan verifikasi langsung terhadap kesiapan implementasi program prioritas nasional, yakni Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) khusus wilayah 3T di Dusun Setonggeng.
Fasilitas dapur tersebut kini telah rampung sepenuhnya dan diproyeksikan segera beroperasi untuk memastikan pemenuhan gizi optimal bagi para peserta didik di pulau tersebut.
Pembangunan pendidikan mustahil berjalan optimal tanpa ditopang oleh aksesibilitas yang memadai. Sadar akan hal tersebut, agenda kunjungan berlanjut pada sektor konektivitas masyarakat Desa Selat Mie.
Didampingi Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU), pemerintah daerah menegaskan bahwa proyek peningkatan kualitas jalan dan jembatan di Kecamatan Sugie Besar telah masuk dalam Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dan akan dieksekusi secara bertahap mulai tahun 2027.
Infrastruktur di Pulau Combol ini dinilai memegang peranan krusial sebagai urat nadi perekonomian, jalur distribusi logistik pendidikan, serta akses esensial menuju fasilitas kesehatan dasar.
Sebagai solusi taktis jangka pendek demi menjamin keamanan dan kenyamanan mobilitas warga saat malam hari, Wakil Bupati secara simbolis menyerahkan bantuan empat unit lampu penerangan jalan kepada Pemerintah Desa Selat Mie, yang titik pemasangannya akan dipetakan berdasarkan tingkat urgensi di lapangan.
Inspeksi komprehensif di penghujung Juli 2026 ini memberikan pesan yang kuat, Pemerintah Kabupaten Karimun hadir secara nyata, memastikan tiada satupun wilayah yang luput dari radar pembangunan, demi mewujudkan visi besar kemajuan daerah yang inklusif dan berkelanjutan. (Nov)






