KARIMUN | WARTA RAKYAT — Deru kendaraan mulai memenuhi ruas jalan. Di tepian jalan, anak-anak berseragam berdiri menunggu celah untuk menyeberang menuju gerbang sekolah.
Di tengah kepadatan arus pagi, petugas Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Karimun bergerak mengambil posisi menghentikan arus kendaraan, membuka ruang aman, dan memastikan setiap pelajar dapat menyeberang dengan selamat.
Di bawah kepemimpinan Kepala Dishub Karimun Tohap Siahaan, kehadiran petugas di sekolah menjadi bagian dari pelayanan publik yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
Setiap Senin dan Kamis pagi pukul 06.30–07.15 WIB, personel Dishub membantu pelajar dan orang tua menyeberang sekaligus mengatur arus lalu lintas di sekitar sekolah.
Program tersebut diterapkan di 13 sekolah, yakni SDN 004 Karimun, SDN 006 Karimun, SDN 007 Karimun, SDN 001 Karimun, SMPN 1 Karimun, SMPN 2 Karimun, SMPN 13 Karimun, SMPN 1 Tebing, SMAN 1 Karimun, SDN 002 Tebing, SDN 009 Meral, SDN 006 Meral, serta SD Vidya Sasana.
Kadishub Karimun, Tohap Siahaan, menegaskan bahwa kehadiran personel merupakan bentuk nyata komitmen Dishub dalam memberikan pelayanan sekaligus rasa aman kepada masyarakat.
“Kami ingin Dishub hadir langsung di tengah masyarakat. Bukan hanya mengatur lalu lintas, tetapi juga membantu anak-anak dan orang tua menyeberang agar aktivitas pagi berlangsung aman dan nyaman,” ujarnya, Sabtu (12/9/2026).
Menurutnya, pelayanan publik harus mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara langsung, terutama pada titik-titik yang memiliki aktivitas tinggi dan membutuhkan perhatian terhadap keselamatan pengguna jalan.
Langkah tersebut mendapat apresiasi dari warga. Okta, salah seorang masyarakat, menilai kehadiran petugas Dishub sangat membantu, terutama saat kepadatan kendaraan meningkat pada jam masuk sekolah.
“Kami sangat mengapresiasi program ini. Kehadiran petugas Dishub sangat membantu. Anak-anak lebih aman menyeberang dan orang tua juga merasa lebih tenang,” tuturnya.
Apresiasi serupa juga datang dari pihak sekolah. Kehadiran personel Dishub dinilai memberikan rasa aman sekaligus membantu menciptakan situasi lalu lintas yang lebih tertib pada jam sibuk kedatangan siswa.
Menurut pihak sekolah, program tersebut sangat membantu sekolah, terutama dalam memastikan keselamatan siswa saat datang dan menyeberang jalan. Kehadiran petugas juga membuat orang tua lebih tenang.
Program ini sekaligus memperlihatkan wajah pelayanan publik yang hadir di ruang-ruang kehidupan masyarakat.
Bagi pelajar, mungkin hanya beberapa langkah menuju gerbang sekolah. Namun bagi pemerintah, memastikan langkah itu berlangsung aman adalah bagian penting dari pelayanan kepada masyarakat. (Nov)






