KARIMUN | WARTA RAKYAT — Perkumpulan Anak Tempatan (PERPAT) Kabupaten Karimun terus menggerakkan salah satu program unggulannya, Bank Jatah Indonesia (BJI) PERPAT Karimun, melalui sosialisasi kepada masyarakat.
Terbaru, sosialisasi BJI PERPAT Karimun menyasar Dharma Wanita Dinas Perikanan Kabupaten Karimun, sebagai bagian dari langkah memperkenalkan program pengelolaan minyak jelantah yang selama ini kerap dianggap limbah menjadi sesuatu yang memiliki nilai ekonomi.
Program tersebut dijadwalkan resmi diluncurkan pada 22 November 2026. Namun, sosialisasi telah dilakukan secara bertahap untuk menjangkau berbagai lapisan masyarakat sekaligus memetakan potensi minyak jelantah yang tersedia di Karimun.
Ketua PERPAT Kabupaten Karimun, Yudianovira, mengatakan sosialisasi menjadi tahapan penting agar masyarakat memahami manfaat sekaligus mekanisme program sebelum peluncuran resmi.
“Saat ini kita fokus melakukan sosialisasi ke masyarakat. Tujuannya agar masyarakat mengetahui program Bank Jatah Indonesia PERPAT Karimun sekaligus kita bisa mendata dan melihat seberapa besar potensi minyak jelantah yang ada di Karimun,” ujarnya, Jumat (11/9).
Ia mengatakan BJI PERPAT Karimun tidak hanya diarahkan sebagai tempat mengumpulkan minyak jelantah, tetapi juga dibangun sebagai gerakan ekonomi masyarakat yang mudah diakses.
“Kita akan membentuk unit bisnis sampai ke tingkat kecamatan, kelurahan, bahkan RT dan RW. Jadi masyarakat yang ingin menyetor atau menabung minyak jelantah tidak perlu jauh-jauh. Cukup mencari Unit Bisnis PERPAT Karimun yang terdekat,” jelas Yudi.
PERPAT Karimun juga membuka kesempatan bagi masyarakat yang ingin menjadi nasabah maupun berpartisipasi membuka unit bisnis.
Semakin dekat titik layanan dengan masyarakat, diharapkan semakin mudah pula partisipasi warga dalam mengelola limbah rumah tangga tersebut.
Kantor BJI PERPAT Karimun berada di Perumahan Danau Indah, Pelipit, dengan gudang di kawasan Kolong.
Program ini mendapat perhatian positif dari Bupati Karimun, Ing Iskandarsyah, yang melihat pengelolaan minyak jelantah sebagai peluang mengubah sesuatu yang dianggap tidak bernilai menjadi sumber manfaat sekaligus menjaga lingkungan.
“Minyak jelantah mungkin di kacamata kita sesuatu sisa-sisa yang tidak ada manfaatnya. Ternyata ketika kita olah, dia bisa jadi manfaat. Dengan inovasi dan kreativitas, sesuatu yang dianggap sampah sebenarnya bisa menjadi uang,” ujarnya.
Menurutnya, masyarakat dapat memperoleh dua manfaat sekaligus melalui pengelolaan limbah, yakni mendapatkan nilai ekonomi dan membantu menjaga kelestarian lingkungan.
Ia pun mengimbau masyarakat tidak membuang minyak jelantah sembarangan, terutama ke selokan, karena berpotensi mengganggu dan merusak lingkungan.
“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat agar memanfaatkan minyak jelantah untuk ditukarkan di bank-bank minyak jelantah daripada dibuang di selokan. Kita mendapatkan dua manfaat, yakni mendapatkan uang dengan menabung sampah tadi dan yang kedua kita bisa menjaga alam,” katanya.
Yudianovira menegaskan, sosialisasi akan terus diperluas menjelang peluncuran resmi BJI PERPAT Karimun pada November mendatang.
Masyarakat yang ingin mengetahui mekanisme pengumpulan, ketentuan program, maupun berpartisipasi dalam BJI PERPAT Karimun dapat menghubungi WhatsApp 0813-7170-5808.
Dari minyak jelantah, PERPAT Karimun mendorong satu gerakan sederhana yakni limbah rumah tangga tidak lagi berakhir sebagai sampah, tetapi dikumpulkan, dikelola, dan dikonversi menjadi nilai ekonomi sekaligus menjaga lingkungan. (Nov)






