KARIMUN | WARTA RAKYAT — Kepengurusan Perkumpulan Olahraga Domino Indonesia (PORDI) Kabupaten Karimun periode 2026–2030 resmi mengemban amanah baru setelah dilantik oleh Ketua Pengurus PORDI Provinsi Kepulauan Riau, Masrur Amin.
Prosesi pelantikan khidmat tersebut bertempat di Gedung Nasional Tanjung Balai Karimun pada Sabtu sore, 22 Juli 2026.
Acara penting ini turut dihadiri di antaranya perwakilan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FKPD), unsur pimpinan KONI, serta perwakilan instansi vertikal seperti pihak kepolisian dan keimigrasian.
Wakil Bupati Karimun, Rocky Marciano Bawole, menyampaikan ucapan selamat kepada Muhammad Firmansyah beserta seluruh jajaran pengurus yang baru saja dikukuhkan.
Ia berharap ikrar dan janji yang telah diucapkan dapat dilaksanakan sebaik-baiknya agar PORDI Kabupaten Karimun dapat terus maju dan berkembang.
“Kami atas nama Pemkab Kabupaten Karimun pasti mendukung kegiatan yang sangat positif ini,” ujar Rocky.
Ia menekankan bahwa pencapaian tersebut memerlukan kerja keras bersama serta sinergi yang kuat antara pengurus dan pemerintah daerah.
Lebih lanjut, ia menilai bahwa domino merupakan permainan rakyat yang luar biasa dan merangkul berbagai lapisan masyarakat, mulai dari kalangan bawah hingga kalangan elit.
Dalam baluran canda khasnya, ia juga mengibaratkan tanggung jawab pengurus seperti memegang balak 6, sebuah simbol beban dan amanah besar untuk menyukseskan olahraga domino di Kabupaten Karimun.
“Pemerintah Kabupaten Karimun siap bersama-sama. Semoga teman-teman semua sukses, dapat kita saling bersinergi, memajukan Karimun bersama-sama lewat cabang olahraga ini,” pungkas Rocky.
Ketua PORDI Provinsi Kepulauan Riau, Masrur Amin, menyampaikan harapan mendalamnya agar jajaran pengurus yang baru dilantik dapat bekerja dengan penuh amanah, memperkuat soliditas internal, merajut silaturahmi, serta masif menyosialisasikan wajah baru olahraga domino kepada masyarakat luas.
Sementara itu, Muhammad Firmansyah menegaskan bahwa jabatan yang diembannya bukanlah sekadar simbol kehormatan semata, melainkan sebuah tanggung jawab besar yang harus dijalankan dengan landasan keikhlasan, integritas, dan semangat kebersamaan yang kuat.
“Sebagai negeri yang menjunjung tinggi adat dan budaya Melayu, tentu mufakat dan musyawarah adalah suatu kekuatan. Berlandaskan hal tersebut, kami ingin membangun satu kesatuan yang solid di antara rekan-rekan pengurus PORDI ini,” ujarnya. (Nov)






