PORDI Kepri Lantik Pengurus Karimun, Usung Jargon 4N+1T dan Targetkan Lahirkan Atlet Berprestasi

Ketua PORDI Provinsi Kepulauan Riau, Masrur Amin, melantik Pengurus Daerah PORDI Kabupaten Karimun Periode 2026–2030 di Gedung Nasional Tanjung Balai Karimun, Sabtu 22 Juli 2026 sore. (Foto: Nov)

KARIMUN | WARTA RAKYAT — Kepengurusan Persatuan Olahraga Domino Indonesia (PORDI) Kabupaten Karimun resmi mengemban amanah baru untuk memajukan cabang olahraga rekreasi dan prestasi ini di Bumi Berazam.

Pelantikan bertempat di Gedung Nasional Tanjung Balai Karimun, Sabtu 25 Juli 2026 sore ini menandai babak baru dalam mengubah stigma lama permainan domino di tengah masyarakat.

Bacaan Lainnya

Muhammad Firmansyah, secara resmi mengemban amanah sebagai Ketua PORDI Kabupaten Karimun untuk periode 2026–2030.

Acara penting ini turut dihadiri oleh jajaran pimpinan daerah dan tamu undangan penting, di antaranya Wakil Bupati Kabupaten Karimun Rocky Marciano Bawole, perwakilan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FKPD), unsur pimpinan KONI, serta perwakilan instansi vertikal seperti pihak kepolisian dan keimigrasian.

Ketua PORDI Provinsi Kepulauan Riau, Masrur Amin, menyampaikan harapan mendalamnya agar jajaran pengurus yang baru dilantik dapat bekerja dengan penuh amanah, memperkuat soliditas internal, merajut silaturahmi, serta masif menyosialisasikan wajah baru olahraga domino kepada masyarakat luas.

Selama ini, permainan domino kerap diidentikkan dengan stigma negatif di ruang publik. Mematahkan pandangan tersebut, Masrur Amin menegaskan bahwa PORDI hadir untuk mereformasi total citra olahraga ini.

Ia mengingatkan agar aktivitas domino ke depan bersih dari segala bentuk perilaku menyimpang.

“Olahraga domino kini telah bertransformasi menjadi wadah yang positif, sportif, dan bermartabat. Kami menekankan agar aktivitas domino dijauhkan dari praktik mabuk-mabukan maupun hal-hal negatif lainnya, serta senantiasa mengedepankan ketaatan beribadah, aturan, dan tata tertib,” ujar Masrur Amin.

Lebih lanjut, ia memaparkan bahwa domino merupakan satu-satunya cabang olahraga yang telah mengantongi fatwa halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) pusat.

Berlandaskan legitimasi moral tersebut, PORDI mengusung jargon khusus yang menjadi pedoman moral bagi seluruh anggota dan atlet, yakni 4N + 1T.

Jargon strategis tersebut meliputi:
▪︎ No Narkoba: Menjauhkan seluruh insan olahraga dari penyalahgunaan obat-obatan terlarang.

▪︎ No Maksiat: Menjaga moralitas dan etika di setiap kegiatan.

▪︎ No Smoking: Menciptakan lingkungan bermain yang sehat dan ramah kesehatan.

▪︎ Taat Beribadah, Taat Aturan, dan Taat Tata Tertib: Menjadikan disiplin spiritual dan regulasi organisasi sebagai panglima.

Di samping pembenahan citra moral, kepengurusan PORDI Kabupaten Karimun yang baru juga dituntut untuk fokus pada pembinaan prestasi atlet secara terstruktur.

Salah satu instrumen utama yang diperkenalkan adalah pembentukan Gardu (Keluarga Domino Unggul).

Kehadiran Gardu ini dirancang secara strategis untuk berfungsi sebagai pusat penjaringan atlet serta pencarian bibit-bibit unggul dari tingkat akar rumput di kecamatan hingga kabupaten.

Melalui sistem kaderisasi yang mumpuni, para atlet binaan ini dipersiapkan secara matang untuk menembus kompetisi level tinggi, mulai dari ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) hingga kancah nasional.

Dengan semangat baru, tata kelola yang profesional, serta dukungan penuh dari pengurus tingkat provinsi, PORDI Karimun optimis dapat membawa olahraga domino berkembang menjadi cabang olahraga yang di ganderungi masyarakat sekaligus mengharumkan nama daerah di kancah prestasi olahraga nasional. (Nov)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses