Rumah Warga di Tebing Nyaris Dibobol Maling saat Krisis Listrik Melanda Karimun

Rumah Warga di Tebing Nyaris Dibobol Maling saat Krisis Listrik Melanda Karimun. (Foto: ilustrasi)

KARIMUN | WARTA RAKYAT — Krisis kelistrikan yang masih melanda sebagian wilayah Pulau Karimun Besar tidak hanya melumpuhkan aktivitas harian, tetapi kini mulai memicu kerawanan sosial.

Situasi gelap gulita di tengah pemadaman listrik bergiliran dimanfaatkan oleh pihak-pihak tak bertanggung jawab untuk melancarkan aksi kejahatan, sebagaimana yang dialami oleh salah satu warga di kawasan Kapling, Kecamatan Tebing.

Bacaan Lainnya

Peristiwa menegangkan tersebut terjadi pada Selasa malam, 21 Juli 2026, sekitar pukul 22.00 WIB, tepat di tengah gulita yang menyelimuti pemukiman warga.

Menurut keterangan salah seorang warga, Saipul, aksi pencurian dengan pemberatan itu menyasar sebuah rumah warga di kawasan Kapling.

Pelaku yang diduga berjumlah lebih dari satu orang nekat menyusup ke bagian belakang rumah korban dengan cara mencongkel pintu menggunakan sebilah linggis.

Namun, rencana jahat tersebut gagal total berkat kewaspadaan pemilik rumah. Aksi pelaku ketahuan saat berada di dalam rumah, sehingga membuat mereka panik dan langsung kabur ketika diteriaki serta dikejar oleh warga sekitar.

Kendati para pelaku berhasil melarikan diri dari kepungan massa, sebuah sepeda motor yang diduga kuat digunakan dalam menjalankan aksi kejahatan tersebut tertinggal di lokasi kejadian.

“Kalau lah pelakunya berhasil ketangkap habislah dihajar masa,” ujar Saipul, menggambarkan geramnya amuk warga terhadap aksi kriminalitas yang memanfaatkan situasi kelam di tengah pemadaman.

Kasus percobaan pencurian ini telah resmi dilaporkan kepada pihak berwajib. Sementara itu, barang bukti berupa sepeda motor milik terduga pelaku telah diamankan ke kantor polisi guna proses penyelidikan lebih lanjut.

Menanggapi kerawanan yang timbul akibat situasi pemadaman listrik ini, Kapolres Karimun, AKBP Yunita Stevani, meminta warga agar tetap tenang namun meningkatkan kewaspadaan ekstra terhadap potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Kapolres Karimun menekankan pentingnya solidaritas sosial, mengaktifkan kembali siskamling, serta memastikan seluruh akses pintu dan jendela rumah terkunci rapat, khususnya di tengah keterbatasan penerangan akibat pemadaman listrik.

Pihak kepolisian juga memastikan bahwa patroli rutin di titik-titik rawan akan terus ditingkatkan untuk memberikan rasa aman bagi masyarakat.

Krisis keamanan dan sosial ini merupakan dampak turunan dari gangguan infrastruktur kelistrikan yang bermula dari insiden kebakaran di Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) Bukit Carok pada Senin sore, 20 Juli 2026, sekitar pukul 17.00 WIB.

Kebakaran hebat tersebut menghanguskan material penting berupa kubikel lemari bagi jaringan Tegangan Menengah (TM), yang berakibat pada pemadaman bergiliran di berbagai wilayah Pulau Karimun Besar.

Guna mengatasi keadaan darurat tersebut, langkah taktis berskala besar langsung dikerahkan. Sebanyak 14 unit material kubikel lemari jaringan TM pengganti didatangkan secara khusus melalui jalur laut dari luar daerah. Selain itu, PLN Karimun juga memperkuat kapasitas teknis dengan mendatangkan bala bantuan tenaga ahli kelistrikan langsung dari Pekanbaru, Riau.

Berdasarkan laporan terbaru pada Rabu, 22 Juli 2026, kerja keras tanpa kenal lelah dari tim gabungan di lapangan mulai membuahkan hasil yang signifikan.

Penormalan jalur utama menunjukkan progres positif, sebanyak 6 dari total 7 penyulang kini telah kembali beroperasi dengan menyuplai daya sebesar 16 Megawatt (MW) dari total kebutuhan beban sebesar 36 MW.

Pemerintah daerah bersama pihak PLN terus mengoptimalkan percepatan pemulihan agar seluruh sistem kelistrikan dapat kembali normal 100 persen, sehingga stabilitas keamanan, ketertiban, dan aktivitas masyarakat dapat segera pulih sepenuhnya. (Nov)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses