KARIMUN | WARTA RAKYAT — Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) IV melalui Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Tanjung Balai Karimun (TBK) kembali mencatatkan prestasi gemilang dalam menjaga kedaulatan maritim dan kekayaan alam nasional.
Tim Quick Response (QR) Kodaeral IV Lanal TBK bersama Satgas Ops Cakra-26 K Sat Intelmar Pusintelal sukses menggagalkan upaya penyelundupan pasir timah ilegal seberat 1,9 ton di perairan Karimun, Provinsi Kepulauan Riau, pada Senin dini hari (20/7/2026).
Operasi senyap yang berpusat di kawasan Dermaga Tikus, wilayah Pongkar, ini berhasil menyergap satu unit speedboat fiber bermesin ganda 200 PK yang sarat muatan.
Barang bukti berupa 50 karung pasir timah siap ekspor dengan estimasi nilai ekonomi mencapai Rp1,52 miliar. Petugas turut mengamankan lima orang individu di atas kapal, yang terdiri atas seorang tersangka berinisial DS (31) selaku pemilik muatan, serta empat orang Anak Buah Kapal (ABK) berinisial W, A, OA, dan I. Seluruh tersangka merupakan warga lokal asal Kabupaten Karimun dan Kota Batam.
Keberhasilan penindakan tegas ini disampaikan secara resmi melalui konferensi pers di Mako Lanal TBK.
Acara strategis tersebut dihadiri oleh jajaran forum koordinasi pimpinan daerah (Forkopimda), di antaranya perwakilan Pj Sekda Karimun Sularno, Kapolres Karimun AKBP Yunita Stevani, Kasi Pidum Kejari Karimun Ridwan, serta perwakilan Pengadilan Negeri Karimun.
Komandan Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) IV, Laksamana Muda TNI Berkat Widjanarko, memberikan apresiasi tinggi atas dedikasi dan kesigapan unsur di lapangan.
Ia menegaskan bahwa TNI Angkatan Laut tidak akan memberikan ruang sedikit pun bagi pelaku kejahatan lintas negara yang mencoba merusak perekonomian bangsa melalui eksploitasi ilegal kekayaan strategis Indonesia.
“Keberhasilan ini adalah bukti nyata bahwa TNI Angkatan Laut senantiasa hadir dan siaga penuh dalam melindungi kekayaan alam Nusantara. Penyelundupan komoditas strategis seperti timah bukan hanya merugikan negara secara materiil, tetapi juga mengancam stabilitas ekonomi nasional. Kami akan terus menindak tegas segala bentuk pelanggaran hukum di laut tanpa kompromi,” ujar Laksamana Muda TNI Berkat Widjanarko, Selasa (21/7).
Senada dengan hal tersebut, Komandan Lanal Tanjung Balai Karimun, Letkol Laut (P) Samuel S Noya, memaparkan kronologi detail operasi yang bermula dari kecerdasan intelijen dan kecepatan respons rantai komando di lapangan.
“Operasi ini berawal dari informasi masyarakat yang kami tindak lanjuti secara cepat melalui penyekatan di Perairan Pelambung. Pada pukul 01.25 WIB, tim mendeteksi target bergerak menuju Dermaga Tikus di Pongkar untuk persiapan pengiriman lintas batas ke Malaysia. Berkat soliditas tim gabungan, kami berhasil mengamankan barang bukti berupa 1,9 ton pasir timah, sarana angkut, hingga instrumen komunikasi milik pelaku. Ini merupakan aksi yang ke empat kalinya dilakukan pelaku,” jelasnya.
Berdasarkan hasil pendalaman awal di lapangan, komoditas pasir timah ilegal tersebut direncanakan untuk diselundupkan ke Malaysia dengan nilai jual estimasi mencapai Rp800.000 per kilogram.
Dengan total muatan mencapai 1,9 ton, potensi kerugian negara berhasil diselamatkan dari kejahatan ekonomi terstruktur ini.
Guna melengkapi berkas penyidikan dan memastikan validitas barang bukti, tim penyidik Lanal TBK telah berkoordinasi dengan Perwakilan PT Timah Kundur guna melaksanakan uji laboratorium untuk menguji kadar serta kandungan mineral dari sampel pasir timah yang disita.
Selain itu, petugas juga menyita sejumlah instrumen pendukung mulai dari perangkat telekomunikasi, dokumen identitas, hingga kartu akses perbankan milik para pelaku untuk pengembangan jaringan sindikat yang lebih luas.
Penggagalan penyelundupan ini merupakan manifestasi langsung dari komitmen TNI Angkatan Laut dalam mendukung program prioritas pemerintah, khususnya dalam pemberantasan penyelundupan, pengamanan sumber daya alam strategis, dan penguatan fondasi ekonomi nasional.
Langkah taktis di perairan Karimun ini selaras dengan penekanan Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) agar seluruh jajaran operasional TNI AL terus meningkatkan kesiapsiagaan tempur dan pengawasan ketat, serta memperkuat sinergi dengan instansi penegak hukum lainnya.
Melalui kolaborasi yang erat, TNI Angkatan Laut bertekad untuk terus menjaga keamanan yurisdiksi maritim Indonesia dari segala bentuk ancaman dan eksploitasi ilegal yang merugikan masa depan bangsa. (Nov)






