Akselerasi IPM dan IPP Melalui Olahraga: Gubernur Ansar Ahmad Resmi Buka POPDA Kepri X 2026 di Karimun

Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad menyalami kontingen Kabupaten Karimun usai membuka POPDA Kepri X 2026 di lapangan Putri Kemuning Coastal Area, Kabupaten Karimun, Kamis (2/7) sore.

KARIMUN | WARTA RAKYAT — Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) ke-10 Tingkat Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) tahun 2026 resmi dibuka di lapangan Putri Kemuning Coastal Area, Kabupaten Karimun, Kamis (2/7) sore.

Perhelatan multievent dua tahunan ini menjadi momentum penting dalam mempertegas transformasi fungsi olahraga, dari sekadar aktivitas fisik menjadi instrumen utama pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) yang komprehensif di Kepulauan Riau.

Bacaan Lainnya

Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad, menggarisbawahi pergeseran paradigma olahraga yang kini telah dipayungi oleh regulasi mutakhir.

“Berdasarkan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2022 tentang Keolahragaan, olahraga bukan lagi semata-mata kegiatan yang berorientasi pada pergerakan fisik ataupun kompetisi semata. Lebih jauh dari itu, pemerintah mengatur bahwa olahraga adalah instrumen penting dalam rangka pengembangan sumber daya manusia secara komprehensif dan menyeluruh,” tegas Gubernur Ansar di hadapan ribuan atlet dan official kontingen.

Gubernur menjelaskan bahwa visi ini diperkuat oleh Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 86 Tahun 2021 tentang Desain Besar Olahraga Nasional (DBON).

Regulasi tersebut mengamanatkan bahwa seluruh kegiatan olahraga harus dilaksanakan secara terencana, berkesinambungan, berjenjang, dan berbasis pada pengembangan ilmu pengetahuan.

Dalam konteks inilah, POPDA X 2026 ditempatkan sebagai instrumen krusial daerah untuk mengimplementasikan mandat nasional tersebut.

Di panggung olahraga yang kompetitif ini, Gubernur Ansar memaparkan potret keberhasilan makro Kepulauan Riau yang korelatif dengan efektivitas pembinaan kepemudaan.

Berdasarkan data statistik terbaru, Indeks Pembangunan Pemuda (IPP) Kepri tahun 2024 menunjukkan lompatan impresif dengan bertengger di angka 60,83 poin.

“IPP kita meningkat signifikan sebesar 5,5 poin dari tahun 2023 yang berada di angka 55,33 poin. Capaian ini membawa Provinsi Kepri berada pada peringkat keempat nasional, tepat di bawah Daerah Istimewa Yogyakarta, Bali, dan Jawa Timur,” ujar Ansar.

Keberhasilan di sektor kepemudaan ini linier dengan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kepri tahun 2025 yang menyentuh angka 80,53 poin, tumbuh 0,64 poin dari tahun sebelumnya (79,89 poin).

Dengan status IPM “Sangat Tinggi”, Kepri kini mengukuhkan posisinya di urutan pertama se-Sumatra dan peringkat ketiga tertinggi secara nasional setelah DKI Jakarta dan DI Yogyakarta.

“Tentu capaian prestisius ini kita hasilkan karena kerja keras dan kerja bersama kita semua, seluruh pemangku kepentingan yang ada di Provinsi Kepri,” imbuhnya.

Mengingat pentingnya standardisasi kompetisi, Gubernur secara khusus mengingatkan korps wasit dan juri untuk menjaga integritas selama memimpin jalannya 91 nomor pertandingan.

Kualitas perwasitan dinilai menjadi hulu dari lahirnya juara-juara berkualitas yang siap diorbitkan ke tingkat Pekan Olahraga Pelajar Nasional (POPNAS), Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas), hingga kejuaraan internasional seperti SEA Games dan Asian Games, sebagaimana yang pernah ditorehkan atlet Kepri terdahulu.

Menutup sambutannya, Gubernur Ansar Ahmad menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh atlet, pelatih, dan ofisial yang menjadi duta daerahnya masing-masing.

Apresiasi khusus juga dialamatkan kepada Pemerintah Kabupaten Karimun atas komitmennya yang luar biasa sebagai tuan rumah penyelenggaraan tahun ini.

“Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) ke-10 Provinsi Kepulauan Riau di Kabupaten Karimun dengan ini saya nyatakan resmi dibuka,” pungkas Gubernur Ansar, menandai dimulainya perebutan 744 medali di Bumi Berazam. (Nov)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses