KARIMUN | WARTA RAKYAT – Cuaca ekstrem yang melanda wilayah Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau kembali memakan korban.
Dua orang remaja dilaporkan tersambar petir saat sedang berteduh di kawasan bekas dermaga (jetty) PT KIC, Teluk Paku, Kecamatan Meral Barat, Rabu (24/6/2026).
Insiden memilukan ini mengakibatkan satu korban jiwa dan satu lainnya kini dalam kondisi kritis di rumah sakit.
Korban meninggal dunia berinisial A (16), seorang pelajar yang berdomisili di Sememal, Kelurahan Pasir Panjang. Sementara rekannya, inisial AP (13), warga Teluk Paku, saat ini masih berjuang melewati masa kritis di ruang perawatan intensif Rumah Sakit Bakti Timah (RSBT) Karimun.
Peristiwa bermula sekira pukul 12.15 WIB ketika kedua korban bersama tiga rekan sejawatnya mendatangi area dermaga PT KIC untuk bermain.
Namun, situasi berubah mencekam dalam hitungan menit saat cuaca memburuk secara drastis, ditandai dengan tiupan angin puting beliung yang melanda kawasan pesisir tersebut.
Mencari perlindungan dari amukan cuaca, A (Korban I) memutuskan berlindung di dekat infrastruktur pipa besi bekas aliran minyak milik PT KIC yang sudah tidak beroperasi.
Ia kemudian memanggil AP (Korban II) untuk ikut berteduh. AP lantas menghampiri dan mengambil posisi duduk di bawah sebuah pohon yang letaknya tidak jauh dari pipa besi tersebut.
Nahas, sekira pukul 12.25 WIB, dentuman petir yang sangat kuat menyambar lokasi tempat kedua korban berlindung.
Melihat kedua rekannya terkapar, tiga remaja lain yang selamat langsung berlari panik menuju Pos Pengamanan PT KIC untuk meminta bantuan.
Petugas keamanan yang bergegas ke lokasi menemukan Ardiansyah sudah tidak sadarkan diri di atas struktur pipa besi, sementara Alexandra terbaring lemas di tanah.
Proses evakuasi segera dilakukan oleh pihak keamanan bersama masyarakat sekitar secara gotong royong. Sekitar pukul 12.45 WIB, kedua korban dilarikan ke RS Bakti Timah menggunakan kendaraan warga.
Namun takdir berkata lain, pada pukul 13.10 WIB, tim dokter jaga RS Bakti Timah menyatakan bahwa A telah meninggal dunia.
Sementara itu, AP yang mengalami luka serius masih dalam penanganan intensif tim medis akibat kondisi koma.
Kapolres Karimun melalui Kapolsek Meral, Iptu Wardi Purbowo, membenarkan adanya insiden tragis tersebut.
Pihaknya telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengumpulkan keterangan dari para saksi di lokasi guna memastikan kronologi peristiwa.
“Benar, telah terjadi musibah tersambar petir yang melibatkan dua anak remaja di bawah umur di wilayah hukum kami. Kami menyampaikan rasa duka cita yang mendalam kepada keluarga korban yang ditinggalkan, dan mari kita bersama-sama mendoakan agar korban yang saat ini masih kritis segera diberikan kesembuhan,” ujar Iptu Wardi Purbowo saat dikonfirmasi, Rabu malam.
Berkaca dari tragedi ini, Iptu Wardi Purbowo mengeluarkan imbauan keras kepada seluruh lapisan masyarakat, khususnya para orang tua dan remaja, untuk meningkatkan kewaspadaan di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu.
“Kami mengimbau dengan sangat kepada masyarakat, apabila cuaca mulai memburuk, segera cari tempat berlindung yang aman di dalam bangunan permanen. Hindari berteduh di bawah pohon, di area terbuka seperti lapangan atau pantai, serta jauhi struktur bangunan yang mengandung material logam atau besi tinggi, seperti tiang maupun pipa bekas, karena objek-objek tersebut merupakan konduktor yang sangat rawan memicu sambaran petir,” tegas Kapolsek Meral.
Saat ini, jenazah korban meninggal dunia telah diserahkan kepada pihak keluarga untuk proses pemakaman, sementara kepolisian terus memantau perkembangan kondisi korban selamat yang masih dirawat. (Nov)






