HUT RI KE-75 DI MASA PANDEMI DAN PILKADA KEPRI 2020

59
HENDRI SAFUTRA, S.Pd.I

Penulis: HENDRI SAFUTRA, S.Pd.I
Ketua Panwaslu Kecamatan Tanjungpinang Timur

17 Agustus 2020 merupakan hari yang istimewa bagi rakyat indonesia, tepatnya 17 Agustus 1945 lalu dimana sebelumnya rakyat Indonesia dihadapkan dalam suatu keadaan dijajah dan diperlakukan tidak berkeperimanusiaan.

Kini 75 tahun sudah Indonesia mengisi kemerdekaan dengan semangat bergotong royong dan kerja keras atas izin Tuhan Yang Maha Esa kemerdekaan itu dapat dirasakan dengan penuh rasa syukur dan kegembiraan dan ditandai dengan kepedulian antar sesama anak bangsa.

Tidak heran biasanya bila menjelang masuknya 17 Agustus, berbagai kelompok masyarakat mulai dari masyarakat kota hingga masyarakat desa memperingati hari kemerdekaan, dengan berbagai acara maupun perlombaan, dan setiap tahun selalu datang anak-anak muda kerumah dengan membawa prosposal sumbangan demi mensukseskan acara tujuh belas Agustus.

Pada tahun ini, 17 Agustus 2020 terlihat berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, tidak ada lagi anak muda maupun kawan-kawan disekitar mengetuk pintu dan bercerita acara yang dapat dilakukan untuk membangkitkan semangat masyarakat akan peringatan hari kemerdekaan Indonesia, namun bendera merah putih tetap terlihat berkibar di depan halaman rumah-rumah maupun di kendaraan-kendaran masyarakat sebagai wujud kecintaan terhadap NKRI yang telah diperjuangkan oleh para pahlawan bersama rakyatnya dengan pertumpahan darah yang tidak akan terlupakan, Merdeka…!

Pada waktu yang bersamaan Kepulauan Riau akan melaksanakan pesta demokrasi yang akan dilaksanakan pemilihan pada 9 Desember 2020. Para bakal calon sudah mulai bermunculan di berbagai media sosial maupun spanduk-spanduk, dimasa pandemi para bakalan calon tidak begitu terlihat seperti pilkada sebelumnya, dimana di momentum Hari Ulang Tahun Republik Indonesia di tahun-tauhun yang berlalu lebih cenderung untuk mendatangi warga maupun kelompok masyarakat dan bahkan mensupport acara-acara peringatan 17 Agustus.

Penyelenggara Pilkada, KPU Provinsi dan Kota Tanjungpinang hingga jajarannya tengah mempersiapkan dan sudah sampai pada pelaksanaan pencocokan dan penelitian daftar data pemilih yang akan disusun menjadi Daftar Pemilih Sementara dan dalam perjalannaya akan dilakukan masukan dan tanggapan masyarakat guna menyempurnakan data pemilih yang pada jadwal akhirnya menghasilkan DPT yang akurat dan berkualitas.

Sementara Badan Pengawas Pemilu Provinsi Kepulauan Riau dan Bawaslu Kota Tanjungpinang bersama dengan jajaranya Panwaslu Kecamatan dan Pengawas Kelurahan terus merapatkan barisan dan perketat pengawasan terhadap proses tahapan yang sedang berlangsung.

Hal ini dilakukan sebagai pengejawantahan dari amanat Undang-undang nomor 10 tahun 2016 dan peraturan lainnya, Bawaslu bertugas untuk memastikan semua tahapan berjalan dengan baik sesuai dengan peraturan dan perundang-udangan.

Muhammad Zaini ketua Bawaslu Kota Tanjungpinang dalam tulisannya berjudul Mengawal Demokrasi Elektoral di Kota Gurindam Negeri Pantun menjelaskan dalam melaksanakan pengawasan langkah pertama adalah Pencegahan dan selanjutnya Penindakan terhadap setiap potensi dugaan Pelanggaran.

Kemudian ia melanjutkan bahwa spirit kemerdekaan harus diisi dengan semangat perjuangan dan pengorbanan dalam menjaga pilar demokrasi secara prosedural dan substansial melalui sistem kepemiluan yang berintegritas dan demokratis, dengan output lahirnya pemimpin dan wakil rakyat yang siap berjuang dan berkorban dalam membela dan memerdekakan kesejahteraan rakyat dan kemajuan pembangunan yang berkeadaban.

Semangat menegakkan keadilan Pemilu dengan harapan terwujudnya Pemilu yang berintegritas dan berkualitas serta demokratis, dengan komitmen menjaga soliditas, integritas, mentalitas dan profesionalitas telah menjadi kredo dalam jiwa setiap pengawas.

Dalam proses mengawal pesta demokrasi, Bawaslu Kota Tanjungpinang melakukan beberapa strategi pengawasan, yaitu pertama Strategi pencegahan, dengan melakukan penelitian dan pemetaan potensi kerawanan dalam setiap tahapan, mengadakan kerjasama dengan semua stake holder, masyarakat dan media pers, guna membangun simpul pengawasan partisipatif, berupa kegiatan sosialisasi, diskusi, media gathering, rapat koordinasi.

Kedua strategi pengawasan, secara aktif Bawaslu dengan jajaran adhoc Panwascam, Pengawas Kelurahan, hingga pengawas TPS melakukan pengawasan dalam setiap tahapan, termasuk mengawasi ketentuan yang dilarang undang-undang, seperti money politik, penggunaan fasilitas pemerintahan, netralitas ASN/ TNI/ Polri, dan sebagainya.
Ketiga Strategi penindakan, bersama Sentra Gakkumdu (Pusat Penegakan Hukum Terpadu) dari unsur Bawaslu, Polres Tanjungpinang dan Kejaksaan Negeri Tanjungpinang melakukan proses kajian, pembahasan, penyelidikan dan penyidikan terhadap temua atau laporan dugaan pidana Pemilu/Pilkada, seperti money politik, dan sebagainya.

Menghadapi pilkada Kepri tahun 2020 tentunya berbeda dengan pilkada Kepulauan Riau dan Kota Tanjungpinang sebelumnya, dimana situasi dan kondisi Kepulauan Riau, dan Kota Tanjungpiang khsusnya dihadapkan dengan masa pandemi covid-19, dilihat dari website https://corona.kepriprov.go.id/data angka positif Virus Corona pertanggal 15 Agustus 2020 mencapai 131 orang.

Angka ini sangat membuat kita khawatir akan kesehatan warga dan khusus penyelenggara pilkada dalam menjalankan tugasnya yang akan berhadapan dan bersentuhan langsung dengan masyarakat.

Namun kita patut bersyukur hingga sampai saat ini dengan tiga strategi Bawaslu Kota Tanjungpinang dan izin Tuhan Yang Maha Esa, dalam melakukan Pengawasan dapat berjalan dengan baik.

Hal itu ditandai dengan selama proses pencocokan dan penelitian daftar pemilih, Bawaslu dan jajarannya, Pengawas Kecamatan hingga Pengawas Kelurahan selalu melalukan koordinasi dan saran kepada KPU dan jajarannya sesuai tingkatan dan wewenang masing-masing dengan harapan menghasilkan proses coklit yang akurat dan berkualitas.

Pencegahan dalam penerapan protokol kesehatan juga menjadi perhatian pengawas dengan harapan semua pihak yang diawasi dapat mentaati protokol kesehatan Covid-19, dan tentunya terus diharapkan kepada masyarakat maupun penyelenggara tanpa harus diingatkan pengawas tetap menerapkan protokol kesehatan demi kesehatan dan keselamatan semua yang terlibat dalam pesta demokrasi pilkada kepri tahun 2020.

Dan diakhir tulisan ini penulis ucapkan Dirgahayu Republik Indonesia ke-75 tahun, Indonesia Maju. Bersama Rakyat Awasi Pemilu Bersama Bawaslu Tegakan Keadilan Pemilu.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.