Karimun Catat Inflasi Terendah se-Kepri, Bupati Ing Iskandarsyah: Stabilitas Harga Terus Kami Jaga

Bupati Karimun, Ing Iskandarsyah menyampaikan sambutan pada pengambilan sumpah PNS Formasi Tahun 2024 dan pelantikan jabatan fungsional di lingkungan Pemerintah Kabupaten Karimun, di Gedung Serbaguna Komplek Kantor Bupati Karimun, Senin (31/8/2026). FOTO: Diskominfo/WARTA RAKYAT

KARIMUN | WARTA RAKYAT – Kabupaten Karimun mencatatkan kinerja positif dalam pengendalian inflasi.

Berdasarkan Berita Resmi Statistik (BRS) yang dirilis 2 November 2026, inflasi tahunan (year-on-year/y-on-y) Karimun pada Oktober 2026 berada di angka 2,37 persen, terendah dibandingkan kabupaten/kota lainnya di Provinsi Kepulauan Riau.

Bacaan Lainnya

Dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 110,79, Karimun mencatatkan inflasi lebih rendah dibandingkan Batam sebesar 3,61 persen dan Tanjungpinang 3,67 persen. Sementara inflasi tahun kalender (year-to-date/y-to-d) tercatat sebesar 1,35 persen.

Bupati Karimun, Ing Iskandarsyah, menegaskan capaian tersebut merupakan hasil kerja konsisten pemerintah daerah melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), bersama seluruh pemangku kepentingan dalam menjaga ketersediaan pasokan dan stabilitas harga kebutuhan pokok.

“Inflasi tahunan yang berhasil kita jaga di angka 2,37 persen menunjukkan bahwa pengendalian ekonomi daerah berjalan dengan baik. Ini bukan sekadar angka statistik, tetapi menyangkut kemampuan pemerintah menjaga daya beli dan memastikan masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga yang wajar,” tegasnya, Senin (2/11).

Meski mencatat inflasi tahunan terendah se-Kepri, Karimun tetap menghadapi tekanan harga secara bulanan. Pada Oktober 2026, inflasi month-to-month tercatat sebesar 0,41 persen, terutama dipicu kenaikan harga kelompok makanan, minuman, dan tembakau.

Cabai merah menjadi penyumbang andil inflasi tertinggi sebesar 0,49 persen, dipengaruhi terbatasnya pasokan dan penurunan produksi di daerah sentra.

Merespons kondisi tersebut, Ing Iskandarsyah meminta organisasi perangkat daerah terkait memperkuat koordinasi distribusi pangan, memperluas Kerja Sama Antar Daerah (KAD), serta menyiapkan operasi pasar untuk mengantisipasi lonjakan harga.

“Stabilitas yang sudah kita bangun tidak boleh terganggu oleh persoalan pasokan komoditas tertentu. Saya sudah meminta dinas terkait bergerak cepat, memperkuat kerja sama antardaerah dan melakukan intervensi pasar agar distribusi kembali lancar serta harga tetap terkendali,” ujar Bupati.

Di sisi lain, penurunan harga sejumlah komoditas seperti udang basah, telur ayam ras, bayam, bawang putih, dan kentang turut menjadi penyeimbang pengeluaran rumah tangga.

Penurunan juga terjadi pada kelompok kesehatan sebesar 0,86 persen serta rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 0,62 persen secara tahunan.

Bupati Ing Iskandarsyah juga mengajak masyarakat memperkuat kemandirian pangan keluarga melalui pemanfaatan pekarangan rumah untuk menanam cabai dan sayuran.

“Pengendalian inflasi bukan hanya tanggung jawab pemerintah. Partisipasi masyarakat melalui pemanfaatan pekarangan dan kemandirian pangan keluarga juga penting. Dengan begitu, ketergantungan terhadap pasokan pasar dapat dikurangi dan rumah tangga lebih siap menghadapi gejolak harga,” katanya.

Pemerintah Kabupaten Karimun berkomitmen mempertahankan tren positif tersebut melalui pengawasan distribusi logistik, pemantauan harga pasar, antisipasi praktik spekulasi, serta penguatan koordinasi lintas sektor menjelang akhir tahun.

Capaian inflasi 2,37 persen menjadi indikator positif bagi stabilitas ekonomi Karimun. Namun, konsistensi pengendalian harga dan kemampuan menjaga daya beli masyarakat tetap menjadi pekerjaan penting pemerintah daerah ke depan. (Nov)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses