KARIMUN | WARTA RAKYAT – Upaya memperkuat keandalan dan ketahanan pasokan listrik di Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau, memasuki babak penting. PLTU Soma Karimun berkapasitas 2 x 31 MW milik PT Soma Daya Utama resmi mengantongi Sertifikat Laik Operasi (SLO) untuk kedua unit pembangkitnya.
Capaian ini menjadi langkah strategis bagi penguatan infrastruktur kelistrikan Karimun, sekaligus membuka jalan bagi pemanfaatan kapasitas pembangkit sebesar 62 MW untuk mendukung kebutuhan energi masyarakat, sektor industri, dan aktivitas ekonomi daerah.
Unit #2 lebih dahulu menuntaskan Reliability Run dan Performance Test pada 14 Agustus 2026, kemudian memperoleh SLO pada 26 Agustus 2026.
Sementara Unit #1 menyusul setelah berhasil menyelesaikan seluruh rangkaian pengujian dan memperoleh SLO pada 7 Oktober 2026.
Dengan sertifikasi kedua unit tersebut, PLTU Soma Karimun telah melewati tahapan penting dalam memastikan kesiapan teknis pembangkit sebelum memasuki pengoperasian komersial penuh.
CEO PT Soma Daya Utama, Franky Yason, menegaskan bahwa keberhasilan memperoleh SLO untuk kedua unit merupakan pencapaian penting perusahaan sekaligus bagian dari kontribusi dalam mendukung kebutuhan energi di Karimun.
“Dengan diperolehnya SLO untuk kedua unit, PLTU Soma Karimun telah mencapai milestone penting menuju pengoperasian komersial secara penuh. Kami mengapresiasi kerja keras seluruh tim dan mitra yang telah berkontribusi dalam pencapaian ini,” ujarnya, Senin (2/11/2026).
Menurut Franky, ketersediaan pasokan listrik yang andal dan berkelanjutan merupakan salah satu faktor penting dalam menopang pertumbuhan ekonomi, meningkatkan aktivitas industri, serta memperkuat daya tarik investasi di Kabupaten Karimun.
Kehadiran PLTU Soma dengan kapasitas terpasang 62 MW diharapkan dapat menambah dukungan infrastruktur pembangkitan listrik di Pulau Karimun.
Namun, kontribusi terhadap sistem kelistrikan secara menyeluruh tetap bergantung pada kesiapan integrasi jaringan, penyaluran daya, dan kebutuhan sistem.
Pasca-perolehan SLO, PT Soma Daya Utama akan memfokuskan perhatian pada penyelesaian tahapan integrasi menuju operasi komersial penuh, termasuk pengembangan penyaluran listrik kepada pelanggan industri dan PLN.
Franky menegaskan komitmen perusahaan untuk mengambil bagian dalam mendukung ketersediaan energi bagi pembangunan daerah.
“Kami berkomitmen menghadirkan pasokan listrik yang andal dan berkelanjutan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi, investasi, dan pengembangan kawasan industri di Karimun,” tegasnya.
Dengan kedua unit telah mengantongi SLO, PLTU Soma Karimun kini memasuki fase lanjutan menuju operasi komersial penuh.
Lebih dari sekadar pencapaian operasional perusahaan, proyek berkapasitas 62 MW ini diharapkan menjadi salah satu penopang infrastruktur energi Karimun, memperkuat kesiapan daerah menghadapi peningkatan kebutuhan listrik, sekaligus mendukung keberlanjutan pertumbuhan industri dan investasi di Kepulauan Riau.
Ketahanan energi bukan hanya tentang tersedianya kapasitas pembangkit, tetapi juga kepastian pasokan, keandalan jaringan, dan kesiapan memenuhi kebutuhan listrik secara berkelanjutan. (Nov)






