Bupati Ing Iskandarsyah Pacu RSUD Tanjung Batu Naik Tipe D pada 2027, Layanan Spesialis Jadi Prioritas

Bupati Karimun Ing Iskandarsyah bersama perwakilan Direktur RSUD Tanjung Batu Surawan, memperlihatkan dokumen dalam agenda pembahasan peningkatan status RSUD Tanjung Batu menuju Rumah Sakit Tipe D yang ditargetkan terealisasi pada 2027 di Rumah Dinas Bupati Karimun, Kamis (29/10/2026). FOTO: DISKOMINFO/WARTA RAKYAT

KARIMUN | WARTA RAKYAT — Pemerintah Kabupaten Karimun menargetkan RSUD Tanjung Batu naik status menjadi Rumah Sakit Tipe D pada 2027.

Langkah ini diproyeksikan memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat Kundur dan sekitarnya, terutama melalui kehadiran dokter spesialis.

Bacaan Lainnya

Bupati Karimun, Ing Iskandarsyah, menegaskan peningkatan status rumah sakit tersebut menjadi prioritas pemerintah daerah.

Hal itu disampaikannya dalam pemaparan telaah staf di Rumah Dinas Bupati Karimun, Kamis (29/10/2026).

“Kesehatan masyarakat Kundur adalah prioritas utama. Kita targetkan RSUD Tanjung Batu beroperasi sebagai Rumah Sakit Tipe D pada 2027. Pemerintah daerah akan mengawal pemenuhan anggaran dan regulasi agar target ini terealisasi tepat waktu,” tegas Bupati Ing Iskandarsyah.

Dari sisi infrastruktur, RSUD Tanjung Batu telah memiliki 50 tempat tidur rawat inap dan fasilitas radiologi.

Namun, realisasi peningkatan status masih bergantung pada penyelesaian perizinan operasional serta pemenuhan kualifikasi sumber daya manusia kesehatan.

Direktur RSUD Tanjung Batu, Surawan, menyebut peningkatan status menjadi Tipe D akan membuka peluang penguatan layanan medis spesialis, khususnya penyakit dalam serta kebidanan dan kandungan (obgyn).

“Penyesuaian status ini penting untuk membuka akses dukungan nasional dan penempatan dokter spesialis secara berkelanjutan. Kami terus memacu pemenuhan fungsi pelayanan dasar agar rumah sakit siap memberikan layanan optimal setelah seluruh persyaratan terpenuhi,” ujar Surawan.

Dengan target tersebut, Pemkab Karimun berharap masyarakat Kundur memperoleh akses layanan kesehatan yang lebih lengkap tanpa harus selalu dirujuk ke luar pulau.

Pemenuhan tenaga medis, perizinan, dan dukungan anggaran menjadi faktor penentu agar target 2027 dapat diwujudkan. (Nov)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses