KARIMUN | WARTA RAKYAT — PT BPR Tuah Karimun (Perseroda) memasuki fase baru penguatan manajemen.
Melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS LB) yang digelar di Rumah Dinas Bupati Karimun, Rabu (2/9/2026) sore, pemegang saham menetapkan Siska Naritasari sebagai Direktur Utama BPR Tuah Karimun.
Siska sebelumnya menjabat sebagai Direktur yang membawahkan fungsi Kepatuhan.
Pengalaman tersebut menjadi modal strategis untuk melanjutkan penguatan tata kelola, manajemen risiko, kepatuhan, serta prinsip kehati-hatian di tubuh bank milik daerah tersebut.
Meski telah ditetapkan dalam RUPS LB, pengangkatan Siska sebagai Direktur Utama selanjutnya tetap mengikuti uji kemampuan dan kepatutan (fit and proper test) di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sesuai ketentuan yang berlaku.
Pergantian pucuk pimpinan ini berlangsung di tengah tren kinerja keuangan BPR Tuah Karimun yang terus menunjukkan penguatan hingga Agustus 2026.
Dari sisi profitabilitas, Return on Assets (ROA) tercatat 2,56 persen, mencerminkan kemampuan bank yang semakin baik dalam mengoptimalkan aset untuk menghasilkan laba.
Sementara dari sisi efisiensi, BOPO berada di kisaran 83 persen. Perbaikan indikator tersebut menunjukkan pengelolaan biaya operasional yang semakin efisien dan turut menopang pertumbuhan laba hingga Agustus 2026.
Siska menilai capaian tersebut merupakan hasil kerja kolektif seluruh jajaran manajemen dan karyawan, dengan dukungan pemegang saham serta Dewan Komisaris.
“Alhamdulillah, kinerja BPR Tuah Karimun terus menunjukkan tren yang positif. Ini merupakan hasil kerja keras seluruh jajaran. Kami akan terus menjaga momentum ini dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian, kepatuhan, tata kelola yang baik dan manajemen risiko,” ujarnya.
Menurut Siska, pengalaman di bidang kepatuhan menjadi fondasi penting dalam menjalankan amanah sebagai Direktur Utama.
Baginya, ekspansi bisnis tidak boleh berjalan dengan mengorbankan kualitas tata kelola dan kesehatan bank.
“Target kami bukan hanya bagaimana BPR tumbuh lebih besar, tetapi bagaimana pertumbuhan tersebut sehat, berkualitas dan berkelanjutan. Kami ingin BPR Tuah Karimun semakin dipercaya masyarakat dan mampu memberikan manfaat yang lebih besar bagi perekonomian daerah,” tegasnya.
Ke depan, strategi BPR diarahkan pada penyaluran kredit berkualitas, penguatan Dana Pihak Ketiga (DPK), perbaikan kualitas kredit, peningkatan pendapatan, efisiensi biaya hingga penguatan layanan digital.
Dengan struktur manajemen yang semakin diperkuat dan indikator keuangan yang bergerak positif, BPR Tuah Karimun optimistis menjaga momentum pertumbuhan hingga akhir 2026.
“Kami mohon dukungan dari seluruh pemegang saham, Dewan Komisaris, karyawan, nasabah dan masyarakat Kabupaten Karimun. Semoga ke depan BPR Tuah Karimun dapat menjadi bank daerah yang semakin sehat, kuat, profesional dan dipercaya masyarakat,” tutup Siska. (Nov)






