KARIMUN | WARTA RAKYAT — Inflasi Kabupaten Karimun pada Agustus 2026 tercatat 0,18 persen, lebih rendah dibanding inflasi nasional yang mencapai 0,21 persen.
Capaian tersebut mendapat apresiasi Bupati Karimun, Ing Iskandarsyah, yang menilai pengendalian harga merupakan hasil kerja bersama lintas sektor.
Bupati menyampaikan apresiasi kepada Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), Forkopimda, serta seluruh pihak terkait yang dinilai telah berkontribusi menjaga stabilitas harga dan ketersediaan kebutuhan pokok di Karimun.
“Alhamdulillah, inflasi Karimun masih terkendali. Kita lebih kecil dibandingkan Batam dan Tanjungpinang. Ini tentu hasil kerja bersama TPID, Forkopimda dan seluruh pihak terkait,” ujar Ing Iskandarsyah, Senin 1 September 2026 sore.
Menurutnya, pengendalian inflasi tidak dapat dilakukan secara parsial. Kerja sama antarlembaga, terutama dalam menjaga kelancaran lalu lintas distribusi dan memastikan ketersediaan bahan kebutuhan pokok, menjadi faktor penting agar harga tetap terkendali.
“Kita harus terus bekerja sama agar harga-harga bisa terkendali. Lalu lintas distribusi harus lancar dan ketersediaan bahan-bahan sembako harus tetap ada. Kalau pasokan tersedia, kita bisa menjaga inflasi di Karimun tetap terkendali,” tegasnya.
Berdasarkan data BPS Kabupaten Karimun, inflasi Agustus 2026 tercatat 0,18 persen, dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) 109,75.
Secara kumulatif, inflasi tahun kalender hingga Agustus mencapai 0,40 persen, sedangkan inflasi tahunan (year-on-year) berada di level 2,08 persen.
Angka tersebut berbalik dari kondisi Juli yang mencatat deflasi 0,12 persen.
Secara regional, Karimun mencatat inflasi yang lebih rendah dibanding nasional. Sementara itu, Kepulauan Riau mengalami deflasi 0,17 persen, disusul Batam dan Tanjungpinang yang masing-masing mencatat deflasi 0,20 persen dan 0,14 persen.
Tekanan inflasi Karimun pada Agustus terutama berasal dari kelompok Transportasi yang mengalami inflasi 0,46 persen, Perawatan Pribadi dan Jasa Lainnya sebesar 0,61 persen, serta Makanan, Minuman, dan Tembakau sebesar 0,09 persen.
Sejumlah komoditas yang memberikan andil terhadap inflasi antara lain udang basah, cabai merah, bawang merah, beras, kacang panjang, angkutan laut, daging ayam ras, ketimun, telur ayam ras, dan sawi hijau. Sementara bayam dan tomat memberikan tekanan penurunan harga.
Kenaikan permintaan daging ayam ras turut dipengaruhi momentum Maulid Nabi, HUT Kemerdekaan RI, serta kembali aktifnya program Makan Bergizi Gratis (MBG) setelah libur sekolah. Sementara tarif angkutan laut kembali normal setelah sebelumnya mendapatkan diskon pada Juli.
Secara tahunan, kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau mencatat inflasi 1,46 persen dengan andil 0,55 persen.
Kelompok Perawatan Pribadi dan Jasa Lainnya naik 4,70 persen dengan andil 0,38 persen, sedangkan Transportasi naik 2,62 persen dengan andil 0,31 persen.
Bagi Pemkab Karimun, angka inflasi tersebut menjadi indikator penting bahwa stabilitas harga harus terus dijaga melalui koordinasi, kelancaran distribusi dan kecukupan pasokan.
“Angka inflasi bukan sekadar statistik. Di baliknya ada harga kebutuhan pokok, kelancaran distribusi, dan daya beli masyarakat yang harus terus dijaga,” tutup Bupati Ing Iskandarsyah. (Nov)






