BPS: Inflasi Terkendali di Karimun

Kepala BPS Kabupaten Karimun, Lulus Haryono. (FOTO: Nov/WARTA RAKYAT)

KARIMUN | WARTA RAKYAT — Setelah mencatat deflasi pada Juli, Kabupaten Karimun kembali mengalami inflasi 0,18 persen pada Agustus 2026.

Meski harga bergerak naik, laju inflasi sepanjang tahun masih relatif rendah, dengan inflasi tahun kalender mencapai 0,40 persen.

Bacaan Lainnya

Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Karimun mencatat Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 109,75.

Sementara secara tahunan (year-on-year), inflasi Agustus 2026 mencapai 2,08 persen.

Kepala BPS Kabupaten Karimun, Lulus Haryono, mengatakan perkembangan harga di Karimun masih berada dalam kondisi relatif stabil.

“Inflasi Karimun pada Agustus 2026 sebesar 0,18 persen. Secara kumulatif hingga Agustus, inflasi tahun kalender tercatat 0,40 persen. Ini menunjukkan perkembangan harga secara keseluruhan masih relatif terkendali dan stabil,” ujar, Senin (1/9/2026).

Secara regional, inflasi Karimun masih di bawah nasional yang mencapai 0,21 persen, sementara Kepulauan Riau justru mencatat deflasi 0,17 persen, disusul Batam 0,20 persen dan Tanjungpinang 0,14 persen.

BPS mencatat tiga kelompok pengeluaran menjadi sumber utama inflasi Agustus.

Kelompok Transportasi naik 0,46 persen dengan andil 0,05 persen, disusul Perawatan Pribadi dan Jasa Lainnya yang naik 0,61 persen dengan andil 0,05 persen.

Kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau turut mengalami inflasi 0,09 persen dengan andil 0,04 persen.

Sejumlah komoditas yang mendorong inflasi antara lain udang basah, cabai merah, bawang merah, beras, kacang panjang, angkutan laut, daging ayam ras, ketimun, telur ayam ras, dan sawi hijau.

Sebaliknya, bayam dan tomat memberikan tekanan penurunan harga.

Menurut Lulus Haryono, kenaikan permintaan daging ayam ras menjadi salah satu faktor pendorong harga selama Agustus, seiring momentum Maulid Nabi, HUT Kemerdekaan RI, serta kembali aktifnya program Makan Bergizi Gratis (MBG) setelah libur sekolah.

Tarif angkutan laut juga kembali ke level normal setelah sebelumnya memperoleh diskon pada Juli.

Secara tahunan, tekanan harga terutama berasal dari kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau yang mengalami inflasi 1,46 persen dengan andil 0,55 persen.

Kelompok Perawatan Pribadi dan Jasa Lainnya mencatat kenaikan tertinggi sebesar 4,70 persen, dengan andil 0,38 persen.

Sementara kelompok Transportasi naik 2,62 persen dengan andil 0,31 persen.

Dengan inflasi tahun kalender baru 0,40 persen hingga Agustus, BPS melihat laju kenaikan harga di Karimun masih berada pada level relatif rendah.

“Karimun kembali mencatat inflasi, tetapi tekanannya masih terkendali 0,18 persen secara bulanan dan 0,40 persen sepanjang 2026 hingga Agustus,” pungkas Lulus Haryono. (Nov)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses