PT TIMAH Dukung Pembangunan Rumah Doa GMI Pos Wesley Karimun, Tiga Tahun Menanti Akhirnya Mulai Terwujud

PT TIMAH Dukung Pembangunan Rumah Doa GMI Pos Wesley Karimun, Tiga Tahun Menanti Akhirnya Mulai Terwujud

KARIMUN | WARTA RAKYAT – Harapan jemaat Gereja Methodist Indonesia (GMI) Jemaat Pos Wesley Kabupaten Karimun untuk memiliki rumah doa sendiri perlahan mulai menemukan titik terang. Dukungan PT TIMAH (Persero) Tbk terhadap pembangunan fasilitas tersebut menjadi energi baru bagi jemaat yang selama sekitar tiga tahun masih harus menggunakan tempat sewaan untuk menjalankan berbagai kegiatan keagamaan.

Rumah doa yang dibangun di Gang Sahata, Desa Sukamaju, Kelurahan Sungai Pasir, Kabupaten Karimun, itu bukan sekadar pembangunan sebuah bangunan fisik. Bagi jemaat Pos Wesley, fasilitas tersebut merupakan ruang yang telah lama dinantikan untuk menjadi pusat ibadah, pembinaan, pelayanan sosial hingga pengembangan potensi anak-anak dan generasi muda.

Bacaan Lainnya

Saat ini, pembangunan rumah doa tersebut telah mencapai sekitar 25 persen. Proses pembangunan dilakukan secara bertahap dengan mengandalkan swadaya jemaat, penggalangan dana serta dukungan dari berbagai pihak, termasuk PT TIMAH.

Ketua Pembangunan Rumah Doa GMI Jemaat Pos Wesley Kabupaten Karimun, Vebrian Amos B Sinaga, mengatakan keterbatasan pendanaan menjadi salah satu tantangan utama dalam mewujudkan pembangunan rumah doa tersebut.

“Pembangunan rumah doa saat ini progres pembangunannya sekitar 25 persen,” ujar Vebrian, Selasa (11/8/2026).

Menurutnya, pembangunan dilakukan dengan semangat kebersamaan. Jemaat berupaya mengumpulkan sumber daya yang ada sembari membuka ruang kolaborasi dengan berbagai pihak yang memiliki kepedulian terhadap kehidupan sosial dan keagamaan masyarakat.

Lebih dari sekadar tempat ibadah, rumah doa tersebut diproyeksikan menjadi ruang pelayanan yang terbuka bagi jemaat dan lingkungan sekitar. Berbagai kegiatan keagamaan dan sosial diharapkan dapat tumbuh dari fasilitas tersebut.

“Pelayanan yang akan dilaksanakan di rumah doa ini antara lain pelayanan doa, pelayanan firman, dan pelayanan kasih,” katanya.

Bendahara Pembangunan Rumah Doa GMI Jemaat Pos Wesley, Ramsida, mengungkapkan bahwa pembangunan saat ini mulai berjalan, termasuk pekerjaan penimbunan lahan.

Lokasi tersebut dipilih karena berada tidak jauh dari gereja sehingga diharapkan mampu menjadi fasilitas yang representatif sekaligus mudah diakses jemaat.

“Baru mulai kita timbun karena lokasinya agak dekat dari gereja. Selama ini kami masih menyewa tempat untuk kegiatan jemaat. Karena itu, kami berusaha mewujudkan rumah doa ini,” ujar Ramsida.

Selama bertahun-tahun, keterbatasan tempat tidak menyurutkan semangat jemaat untuk menjalankan pelayanan. Namun, memiliki rumah doa sendiri dinilai penting agar berbagai aktivitas dapat berlangsung secara lebih leluasa, terencana dan berkelanjutan.

Ramsida mengatakan pembiayaan pembangunan ditempuh melalui berbagai cara, termasuk swadaya jemaat dan kegiatan penggalangan dana. Dalam proses tersebut, bantuan PT TIMAH menjadi salah satu dukungan penting yang memberikan dorongan bagi percepatan pembangunan.

“Selain bantuan dari PT TIMAH, kami juga menggalang dana melalui bazar dan swadaya dari para jemaat. Kami mengucapkan terima kasih karena bantuan ini cukup besar dan sangat membantu pembangunan rumah doa,” tuturnya.

Jika kelak rampung, rumah doa Pos Wesley tidak hanya akan digunakan untuk ibadah rutin. Jemaat telah menyiapkan berbagai kegiatan yang menyentuh aspek pembinaan, pendidikan, sosial hingga pengembangan kreativitas.

Kegiatan pembinaan anak-anak, pendidikan, pelayanan sosial dan seni menjadi bagian dari rencana pemanfaatan rumah doa tersebut. Bahkan, ruang tersebut diharapkan dapat digunakan sebagai tempat belajar musik bagi anak-anak jemaat maupun masyarakat di sekitarnya.

Dengan demikian, rumah doa diproyeksikan menjadi ruang yang hidup tempat nilai-nilai keagamaan bertemu dengan semangat pendidikan, kepedulian sosial dan pembinaan generasi muda.

Bagi jemaat Pos Wesley, dukungan PT TIMAH pun memiliki makna yang lebih luas daripada sekadar bantuan material. Kehadiran dukungan tersebut menjadi bentuk perhatian yang memberikan keyakinan bahwa perjuangan mereka untuk memiliki rumah doa sendiri mendapat perhatian dan dukungan dari berbagai pihak.

“Jemaat yang merindukan rumah doa merasa terberkati dan bersukacita. Berkat bantuan PT TIMAH, pembangunan rumah doa ini bisa lebih cepat,” ungkap Ramsida.

Ia berharap pembangunan dapat terus berlanjut hingga seluruh pekerjaan selesai dan rumah doa tersebut segera dimanfaatkan.

“Kami berharap ke depan rumah doa ini dapat menjadi tempat untuk pelayanan dan membawa kebaikan bagi jemaat serta masyarakat sekitar. Semoga dukungan dan semangat saling membantu ini terus terjaga,” katanya.

Pembangunan rumah doa GMI Jemaat Pos Wesley menjadi gambaran bahwa sebuah fasilitas keagamaan dapat memiliki peran yang jauh lebih besar ketika dibangun dengan semangat kebersamaan. Dari tempat yang selama ini disewa, jemaat kini perlahan menapaki jalan menuju ruang pelayanan milik sendiri sebuah rumah doa yang diharapkan menjadi tempat bertumbuhnya iman, pendidikan, kepedulian sosial dan harapan bagi generasi mendatang. (Nov)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses