KARIMUN | WARTA RAKYAT – Upaya menjaga keterjangkauan pangan sekaligus memperkuat kedekatan dengan masyarakat terus dilakukan Polsek Meral, Polres Karimun.
Melalui Gerakan Pangan Murah, sebanyak 1.050 kilogram beras SPHP atau 210 karung ukuran 5 kilogram disalurkan kepada masyarakat di Kelurahan Darussalam, Kecamatan Meral Barat.
Kegiatan yang digelar di Simpang 4 GOR Badang Perkasa, Sabtu (8/8/2026), berlangsung sejak pukul 08.00 hingga 11.00 WIB.
Antusiasme masyarakat terlihat dari seluruh beras yang disediakan Bulog habis terjual.
Kapolsek Meral, AKP Wardi Purbowo, mengatakan, Gerakan Pangan Murah merupakan bentuk kepedulian Polri dalam membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau, sekaligus mendukung program stabilisasi pasokan dan harga pangan.
“Kami ingin kehadiran Polri tidak hanya dirasakan dalam aspek keamanan, tetapi juga melalui kegiatan yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Gerakan Pangan Murah ini menjadi salah satu bentuk kepedulian kami dalam mendukung ketahanan pangan dan membantu masyarakat mendapatkan beras dengan harga yang terjangkau,” ujar Wardi.
Menurutnya, kerja sama antara Polres Karimun dan Bulog menjadi bagian penting dalam memastikan penyaluran beras SPHP berjalan tepat sasaran, tertib dan kondusif.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Gudang Bulog Karimun Bayu Dimas Wicaksono, Kasium Polsek Meral Aipda Rahmat Azen, Bhabinkamtibmas Kelurahan Darussalam Aipda Samson R. Tarigan serta personel Polsek Meral.
Sebanyak 210 karung beras SPHP yang diambil dari Kompleks Pergudangan Bulog Sungai Raya seluruhnya tersalurkan kepada masyarakat.
Wardi menambahkan, selain membantu menjaga stabilitas pangan, kegiatan tersebut juga menjadi ruang membangun komunikasi dan kepercayaan antara kepolisian dengan masyarakat.
“Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus mempererat hubungan Polri dengan masyarakat. Ketahanan pangan merupakan tanggung jawab bersama dan membutuhkan kolaborasi seluruh pihak,” katanya.
Pelaksanaan Gerakan Pangan Murah Polsek Meral berjalan aman, tertib dan kondusif.
Bagi masyarakat, program tersebut bukan sekadar transaksi pangan murah, tetapi menjadi bukti bahwa pelayanan publik dapat hadir langsung menyentuh kebutuhan sehari-hari. (Nov)





