KARIMUN | WARTA RAKYAT – Memasuki usia ke-14, Ikatan Wartawan Online (IWO) diharapkan semakin profesional, solid dan independen dalam menjalankan fungsi jurnalistik sekaligus memperkuat perannya sebagai mitra strategis pemerintah dalam menyampaikan informasi yang edukatif dan mencerdaskan masyarakat.
Harapan tersebut disampaikan Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Kepulauan Riau (Kakanwil Imigrasi Kepri), Guntur Sahat Hamonangan, dalam momentum peringatan HUT ke-14 IWO yang jatuh pada 8 Agustus 2026.
Ia menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh jajaran IWO dan berharap organisasi profesi wartawan online tersebut terus menjaga marwah pers melalui pemberitaan yang akurat, berimbang dan berlandaskan integritas.
“Selamat Hari Ulang Tahun ke-14 Ikatan Wartawan Online. Semoga IWO semakin profesional, solid, independen, dan senantiasa menjadi mitra strategis pemerintah dalam menyampaikan informasi yang edukatif, berimbang, dan mencerdaskan masyarakat,” ujar Guntur, Minggu (9/8).
Menurutnya, keberadaan media memiliki peran penting dalam memastikan masyarakat memperoleh informasi yang benar dan mudah dipahami, termasuk terkait pelayanan dan kebijakan keimigrasian.
Karena itu, Guntur berharap hubungan antara IWO dengan jajaran Kanwil Ditjen Imigrasi Kepri maupun Kantor Imigrasi se-Kepulauan Riau dapat terus diperkuat melalui komunikasi dan kolaborasi yang sehat.
“Kami berharap sinergi dan kolaborasi antara IWO dengan jajaran Kanwil Ditjen Imigrasi Kepri dan Kantor Imigrasi se-Kepri terus terjalin dengan baik dalam memberikan informasi keimigrasian yang transparan dan bermanfaat bagi masyarakat,” katanya.
Ia juga memberikan perhatian khusus kepada insan pers di Kabupaten Karimun. Menurut Guntur, wartawan memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga kualitas informasi di tengah perkembangan media digital yang berlangsung sangat cepat.
Kecepatan pemberitaan, kata dia, harus tetap disertai verifikasi, ketelitian dan kepatuhan terhadap kode etik jurnalistik. Dengan demikian, media tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga membangun pemahaman publik yang sehat.
“Kami berharap wartawan di Kabupaten Karimun, khususnya yang tergabung di IWO Karimun, terus menjaga integritas serta menghadirkan pemberitaan yang akurat, berimbang dan mencerdaskan,” tegasnya.
IWO merupakan organisasi profesi wartawan yang bekerja di media online dan bukan organisasi sosial politik. IWO berasaskan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, serta dijiwai Kode Etik Wartawan Online.
Organisasi tersebut dijalankan dengan prinsip independen, demokratis dan terbuka. IWO didirikan pada 8 Agustus 2012 pukul 17.00 WIB di Jakarta oleh 22 wartawan dari berbagai media online sebagai pendiri dan pendeklarasi.
IWO memiliki visi mewujudkan kebebasan pers yang profesional dan sejahtera dengan menjunjung tinggi asas demokrasi.
Sementara misinya mencakup memperjuangkan kebebasan pers dan hak publik memperoleh informasi yang akurat, akuntabel dan berimbang serta terbebas dari fitnah, kebohongan, provokasi dan SARA; meningkatkan profesionalisme wartawan online yang bertanggung jawab dan berintegritas; memperjuangkan kesejahteraan wartawan online; serta mendukung penegakan demokrasi.
Memasuki usia ke-14, IWO dihadapkan pada tantangan ekosistem informasi yang semakin dinamis. Arus informasi yang cepat menuntut insan pers tidak hanya mampu bekerja secara profesional, tetapi juga konsisten menjaga independensi dan kepercayaan publik.
Bagi Guntur, pers yang sehat dan institusi pemerintah yang terbuka memiliki kepentingan yang sama, yakni memastikan masyarakat memperoleh informasi yang benar, transparan dan bermanfaat.
Momentum HUT ke-14 IWO pun menjadi ruang untuk memperkuat komitmen tersebut.
“Pers yang profesional bukan sekadar cepat memberitakan, tetapi mampu memastikan setiap informasi memiliki dasar fakta, memberi edukasi, serta menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat,” tegas Guntur mengakhiri. (Nov)





