KARIMUN | WARTA RAKYAT – Pemusatan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tingkat Kabupaten Karimun Tahun 2026 resmi dimulai.
Momentum tersebut menjadi fase penting bagi para pelajar terpilih sebelum mengemban tugas kehormatan pada upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Pembukaan Diklat di Gedung Nasional Karimun, Jumat (7/8) malam turut dihadiri sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), kepala SLTA serta jajaran pelatih dari unsur TNI dan Polri.
Wakil Bupati Karimun, Rocky Marciano Bawole menegaskan, menjadi Paskibraka bukan sekadar menjalankan tugas baris-berbaris dan mengibarkan Sang Merah Putih.
Di balik tugas tersebut terdapat tanggung jawab moral untuk menunjukkan kedisiplinan, semangat kebangsaan serta kecintaan terhadap tanah air.
“Momentum ini adalah awal dari perjalanan panjang bagi adik-adik sekalian untuk mengemban tugas mulia sebagai pengibar bendera Merah Putih pada peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia. Tugas ini tidak hanya sekadar baris-berbaris, tetapi juga menuntut disiplin, tanggung jawab, semangat kebangsaan, dan cinta tanah air yang tinggi,” ujarnya.
Menurutnya, masa pendidikan dan pelatihan harus dimanfaatkan secara maksimal oleh seluruh calon Paskibraka. Setiap materi dan latihan yang diberikan para pelatih dinilai menjadi bagian dari proses pembentukan karakter sekaligus kesiapan fisik dan mental.
Rocky meminta para peserta menyerap setiap ilmu, pengetahuan dan keterampilan yang diberikan selama menjalani pemusatan Diklat.
“Jadikan setiap latihan sebagai sarana untuk menempa diri, memperkuat fisik dan mental, serta memupuk jiwa korsa dan semangat persatuan,” pesannya.
Lebih jauh, Rocky menyebut pengalaman menjadi Paskibraka seharusnya tidak berhenti setelah tugas pengibaran bendera selesai.
Nilai-nilai disiplin, tanggung jawab, kebersamaan dan nasionalisme yang diperoleh selama Diklat diharapkan menjadi bekal bagi para pelajar dalam menjalani kehidupan dan menjadi bagian dari generasi penerus bangsa.
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati Karimun juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur yang terlibat dalam proses pembinaan calon Paskibraka.
Ucapan terima kasih disampaikan kepada para pelatih, tim kesehatan, DPPI, pamong serta seluruh pihak yang telah memberikan waktu, tenaga dan dedikasi dalam mempersiapkan para calon pengibar bendera.
“Bimbingan dan arahan dari tim semua sangatlah berharga bagi kesuksesan mereka dalam mengemban tugas negara,” katanya.
Apresiasi serupa diberikan kepada seluruh panitia yang telah mempersiapkan rangkaian kegiatan pemusatan Diklat.
Menurut Rocky, kesiapan penyelenggara menjadi salah satu faktor penting untuk memastikan proses pembinaan berjalan tertib, aman dan mencapai hasil maksimal.
Pemusatan Diklat ini pada akhirnya bukan hanya tentang mempersiapkan barisan pengibar bendera.
Lebih dalam dari itu, proses tersebut menjadi ruang untuk menempa karakter generasi muda Karimun agar memiliki ketangguhan, kedisiplinan, jiwa kepemimpinan dan rasa cinta terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Kini, perjalanan 32 calon Paskibraka Karimun dimulai. Sepuluh hari ke depan menjadi masa pembentukan sebelum mereka berdiri tegak di bawah kibaran Merah Putih, membawa bukan hanya bendera, tetapi juga kehormatan, tanggung jawab dan semangat generasi muda Karimun untuk Indonesia. (Nov)






