KARIMUN | WARTA RAKYAT – Komitmen Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Bumi Berazam Jaya Kabupaten Karimun dalam menciptakan perdagangan yang jujur dan transparan terus diperkuat.
Menyusul mencuatnya keluhan masyarakat terkait dugaan ketidaksesuaian timbangan di Pasar Puan Maimun, pengelola pasar tidak hanya mengambil langkah penindakan, tetapi juga menyiapkan sistem pengawasan jangka panjang melalui program tera ulang seluruh timbangan pedagang dan pembentukan Pos Ukur Ulang bagi konsumen.
Program tersebut menjadi bagian dari upaya membangun kembali kepercayaan masyarakat terhadap aktivitas perdagangan di pasar tradisional, sekaligus memastikan setiap transaksi berlangsung secara adil dan sesuai standar metrologi.
Direktur Perumda Bumi Berazam Jaya Kabupaten Karimun, Muhammad Mahsun, mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Badan Metrologi dan Disperindag untuk melaksanakan tera ulang seluruh alat timbang yang digunakan para pedagang di Pasar Puan Maimun.
Menurutnya, langkah tersebut merupakan bentuk keseriusan Perumda dalam memberikan perlindungan kepada konsumen sekaligus menjaga kredibilitas para pedagang yang berjualan secara jujur.
“Kami bersama Badan Metrologi akan melakukan tera ulang seluruh timbangan pedagang di Pasar Puan Maimun. Selain itu, Perumda juga akan membuka Pos Ukur Ulang sehingga setiap pembeli dapat menimbang kembali barang belanjaannya untuk memastikan beratnya benar-benar sesuai. Pos ini akan didampingi petugas kami agar masyarakat memperoleh kepastian dan rasa aman saat berbelanja,” ujar Muhammad Mahsun kepada Warta Rakyat, Kamis (6/8/2025).
Ia menegaskan, apabila dalam proses pemeriksaan ditemukan adanya pedagang yang sengaja melakukan kecurangan, Perumda tidak akan ragu memberikan tindakan tegas sesuai ketentuan yang berlaku.
“Jika ditemukan pelanggaran atau unsur kesengajaan, kami akan langsung mengambil tindakan tegas terhadap pedagang yang bersangkutan. Kepercayaan masyarakat adalah aset utama pasar, sehingga harus dijaga bersama,” tegasnya.
Mahsun menjelaskan, upaya pembenahan tidak hanya berfokus pada pengawasan, tetapi juga pada edukasi kepada pedagang dan masyarakat.
Perumda akan menggandeng Disperindag, khususnya bidang Metrologi Legal, untuk memberikan pemahaman kepada pedagang mengenai cara penggunaan dan perawatan alat timbang agar tetap akurat dan tidak mengalami kerusakan yang dapat memengaruhi hasil penimbangan.
Di sisi lain, edukasi juga akan diberikan kepada masyarakat agar memahami karakteristik sejumlah komoditas yang secara alami mengalami penyusutan berat setelah dibersihkan.
Sebagai contoh, ayam utuh yang masih memiliki bulu atau ikan yang belum dibersihkan akan mengalami pengurangan berat setelah proses pembersihan. Kondisi tersebut kerap disalahartikan sebagai kekurangan timbangan, padahal merupakan penyusutan yang terjadi setelah bagian tertentu dibuang.
“Karena itu kami akan memberikan edukasi kepada masyarakat agar memahami perbedaan antara penyusutan alami suatu produk dengan dugaan kecurangan timbangan. Dengan adanya Pos Ukur Ulang, masyarakat dapat langsung memastikan hasil timbangannya sehingga tidak ada lagi keraguan,” jelas Mahsun.
Ia menambahkan, program tera ulang seluruh timbangan dijadwalkan mulai dilaksanakan pada September 2026, sesuai koordinasi dengan pihak Metrologi. Program tersebut akan menjadi agenda rutin sebagai bagian dari pengawasan berkelanjutan di Pasar Puan Maimun.
Selain itu, Perumda juga akan menindaklanjuti proses verifikasi alat ukur yang saat ini masih berada di Medan agar seluruh fasilitas penunjang pengawasan dapat segera difungsikan secara optimal.
Mahsun berharap langkah-langkah preventif tersebut mampu menciptakan ekosistem perdagangan yang lebih sehat, transparan, dan berkeadilan, sehingga Pasar Puan Maimun semakin dipercaya masyarakat sebagai pusat aktivitas ekonomi rakyat di Kabupaten Karimun.
“Tujuan utama kami bukan semata-mata memberikan sanksi, tetapi membangun budaya perdagangan yang jujur, profesional, dan saling menguntungkan antara pedagang dan konsumen. Dengan kolaborasi semua pihak, kami optimistis kepercayaan masyarakat terhadap Pasar Puan Maimun akan semakin meningkat,” pungkas Mahsun. (Nov)






