KARIMUN | WARTA RAKYAT – Pemerintah Kabupaten Karimun menempatkan kebangkitan sepak bola sebagai bagian dari strategi membangun kembali identitas olahraga daerah sekaligus membuka peluang ekonomi melalui sport tourism.
Bupati Karimun, Ing Iskandarsyah, mengatakan sepak bola memiliki basis penggemar yang luas dan mampu menyatukan berbagai lapisan masyarakat.
Karena itu, pemerintah daerah ingin mengembalikan kejayaan sepak bola Karimun yang pernah dikenal melalui Persatuan Sepak Bola Karimun (PS Karimun).
“Kami memang fokus bagaimana kita mengembalikan lagi kejayaan sepak bola. Karimun dulu terkenal dengan tim Persatuan Sepak Bola Karimun,” ujarnya, Senin (3/8/2026).
Menurut Bupati, sepak bola bukan sekadar olahraga prestasi, tetapi telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat. Antusiasme yang besar dari pemain hingga penonton membuat sepak bola memiliki potensi kuat untuk dikembangkan sebagai penggerak aktivitas sosial dan ekonomi.
“Kalau namanya sepak bola itu semuanya minat. Emak-emak pun berminat nonton. Sepak bola itu olahraga masyarakat, banyak pencintanya, pemainnya banyak, penontonnya juga banyak, dan antusiasnya juga banyak,” katanya.
Bupati Ing Iskandarsyah melihat penyelenggaraan berbagai kompetisi olahraga sebagai peluang untuk mengembangkan sport tourism di Karimun.
Event olahraga tidak hanya ditujukan untuk melahirkan atlet dan meningkatkan prestasi, tetapi juga dapat mendatangkan peserta, pendukung dan penonton dari luar daerah.
Kehadiran mereka berpotensi memberikan efek ekonomi berantai terhadap berbagai sektor, mulai dari perhotelan, transportasi, kuliner hingga UMKM lokal.
Konsep tersebut menempatkan olahraga sebagai bagian dari strategi pembangunan ekonomi daerah. Setiap turnamen yang digelar dapat menjadi ruang promosi daerah sekaligus membuka perputaran ekonomi baru bagi masyarakat.
Bagi Karimun, pengembangan sport tourism juga memiliki nilai strategis dalam memperkuat identitas daerah. Kompetisi olahraga yang digelar secara konsisten dapat membangun citra Karimun sebagai daerah yang aktif, terbuka dan memiliki ekosistem olahraga yang berkembang.
Pemerintah daerah melihat momentum kebangkitan sepak bola harus dibangun melalui kompetisi yang berkelanjutan, fasilitas yang memadai serta pembinaan talenta lokal.
Dengan ekosistem yang semakin kuat, sepak bola diharapkan tidak hanya menghasilkan prestasi, tetapi juga menciptakan ruang partisipasi yang luas bagi masyarakat.
Pada saat yang sama, setiap event olahraga dapat dirancang lebih profesional sehingga mampu menarik peserta dan penonton dari luar Karimun.
Semakin banyak orang datang, semakin besar pula peluang bagi pelaku usaha lokal mendapatkan manfaat ekonomi.
“Dengan demikian, sepak bola dapat memiliki dua wajah sekaligus sebagai olahraga masyarakat yang menghidupkan kembali kebanggaan daerah dan sebagai instrumen ekonomi yang menggerakkan sektor pariwisata serta UMKM,” ujar Bupati Ing Iskandarsyah.
Bagi Pemkab Karimun, lanjutnya lagi, mengembalikan kejayaan sepak bola bukan sekadar nostalgia terhadap masa lalu.
Lebih jauh, langkah tersebut merupakan bagian dari upaya membangun masa depan olahraga Karimun sekaligus menjadikan sport tourism sebagai salah satu motor pertumbuhan ekonomi daerah.
“Ketika stadion dan lapangan kembali ramai, talenta muda menemukan panggung, dan wisatawan olahraga datang ke Karimun, maka sepak bola bukan hanya menghadirkan pertandingan, tetapi juga membuka peluang ekonomi dan menghidupkan kembali identitas daerah,” pungkas Bupati Ing Iskandarsyah. (Nov)






