KARIMUN | WARTA RAKYAT – Pemerintah Kabupaten Karimun bersama PT BPR Tuah Karimun (Perseroda) memperkuat langkah memperluas inklusi keuangan melalui sosialisasi Program Kredit Usaha Rakyat Daerah (KURDA) bagi pelaku UMKM di wilayah kepulauan.
Rangkaian sosialisasi digelar di Kecamatan Moro, Kundur Utara, Kundur Barat, dan Kundur pada 27–31 Juli 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memastikan akses pembiayaan tidak hanya tersedia di pusat daerah, tetapi juga menjangkau masyarakat dan pelaku usaha di kawasan kepulauan.
Program KURDA merupakan bentuk sinergi Pemkab Karimun melalui Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, Perdagangan, dan ESDM bersama BPR Tuah Karimun untuk menghadirkan pembiayaan yang mudah, terjangkau dan tepat sasaran.
Bagi UMKM, akses modal bukan sekadar persoalan mendapatkan dana, tetapi juga menyangkut kemampuan mengembangkan usaha, meningkatkan produktivitas, memperluas pasar hingga menciptakan lapangan kerja. Karena itu, sosialisasi KURDA sekaligus diarahkan untuk memperkuat pemahaman masyarakat mengenai pembiayaan yang sehat dan produktif.
Direktur PT BPR Tuah Karimun (Perseroda), Siska Naritasari, mengatakan pihaknya ingin memastikan informasi mengenai KURDA dapat diterima secara langsung oleh masyarakat, terutama pelaku UMKM di wilayah kepulauan.
“Kami ingin memastikan informasi mengenai KURDA tidak hanya berhenti di pusat kabupaten, tetapi benar-benar sampai kepada masyarakat dan pelaku UMKM di wilayah kepulauan. Kami hadir untuk memberikan pemahaman mengenai persyaratan, mekanisme pengajuan hingga skema pembiayaan agar masyarakat dapat memanfaatkannya secara tepat dan bertanggung jawab,” ujarnya kepada Warta Rakyat, Minggu (2/8) malam.
Menurutnya, perluasan akses pembiayaan harus berjalan seiring dengan peningkatan literasi keuangan. Pelaku usaha perlu memahami kebutuhan modal, kemampuan membayar serta penggunaan pembiayaan agar kredit benar-benar menjadi instrumen pengembangan usaha.
“Pembiayaan harus menjadi pengungkit usaha, bukan sekadar tambahan modal. Karena itu, kami mendorong pelaku UMKM mengajukan pembiayaan sesuai kebutuhan dan kemampuan usaha, sehingga KURDA benar-benar memberikan dampak terhadap peningkatan produktivitas dan kesejahteraan,” kata Siska.
Dalam setiap kegiatan, tim BPR Tuah Karimun memberikan penjelasan mengenai manfaat KURDA, persyaratan, mekanisme pengajuan, proses verifikasi hingga simulasi angsuran. Masyarakat juga diberikan ruang konsultasi untuk membahas kebutuhan pembiayaan dan rencana pengembangan usaha.
Antusiasme masyarakat di sejumlah kecamatan kepulauan menunjukkan bahwa kebutuhan terhadap akses permodalan formal masih terbuka luas. Forum sosialisasi menjadi ruang penting bagi pelaku UMKM untuk memperoleh informasi sekaligus memahami konsekuensi pembiayaan secara lebih matang.
Bagi Kabupaten Karimun yang memiliki karakter geografis kepulauan, pemerataan akses pembiayaan memiliki arti strategis. Jarak dan keterbatasan akses layanan tidak boleh menjadi penghalang bagi pelaku usaha lokal untuk berkembang.
Dalam konteks tersebut, kehadiran BPR Tuah Karimun bersama pemerintah daerah langsung di tengah masyarakat menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem ekonomi yang lebih inklusif.
KURDA diharapkan mampu menjadi jembatan antara potensi usaha masyarakat dengan kebutuhan permodalan. Ketika modal dapat diakses secara tepat, UMKM memiliki ruang lebih besar untuk meningkatkan kapasitas produksi, memperluas pasar, menciptakan lapangan kerja dan memperkuat ekonomi lokal.
Siska juga mengajak masyarakat untuk tidak ragu berkonsultasi sebelum mengajukan pembiayaan.
“Kami berharap masyarakat tidak ragu untuk datang dan berkonsultasi. Kami terbuka memberikan informasi agar calon debitur memahami program dengan baik sejak awal. Dengan pemahaman yang benar, kami optimistis pembiayaan KURDA dapat dimanfaatkan secara produktif dan memberikan manfaat jangka panjang bagi pelaku UMKM,” tuturnya.
Sinergi dengan Pemkab Karimun akan terus diperkuat melalui perluasan sosialisasi ke kecamatan lainnya. BPR Tuah Karimun menempatkan edukasi dan akses pembiayaan sebagai dua hal yang tidak terpisahkan dalam mendorong UMKM naik kelas.
Pada akhirnya, KURDA tidak sekadar berbicara tentang kredit, tetapi tentang membuka ruang bagi masyarakat untuk tumbuh secara mandiri melalui pembiayaan yang sehat dan produktif.
Dengan semangat “Mudah, Cepat, dan Tepat Sasaran”, BPR Tuah Karimun bersama Pemerintah Kabupaten Karimun berupaya memastikan denyut pertumbuhan ekonomi tidak berhenti di pusat kabupaten, tetapi bergerak hingga ke pulau-pulau dan menjadi kekuatan baru bagi UMKM serta kesejahteraan masyarakat. (Nov)






