Ketika karakter moral dan pertumbuhan ekonomi berpadu harmonis merajut kejayaan Bumi Berazam di bawah kepemimpinan Bupati Ing Iskandarsyah dan Wakil Bupati Rocky Marciano Bawole.
Pembangunan sebuah wilayah yang sejati tidak pernah diukur semata-mata dari
menjulangnya menara infrastruktur atau angka-angka statistik pertumbuhan ekonomi yang dingin. Jauh melampaui itu, harkat dan martabat sebuah daerah ditentukan oleh kokohnya fondasi moral, etika, serta nilai-nilai kebudayaan yang hidup di dalam sanubari masyarakatnya.
Di Bumi Berazam sebutan kehormatan bagi Kabupaten Karimun pembangunan karakter diposisikan sebagai jangkar utama yang memastikan setiap jengkal kemajuan fisik tidak berjalan tanpa arah. Di tengah dinamika sosial era modern yang kian terbuka, Pemerintah Kabupaten Karimun di
bawah kepemimpinan Bupati Ing Iskandarsyah dan Wakil Bupati Rocky Marciano (IsRock) terus membuktikan komitmennya.
Mereka menyadari sepenuhnya bahwa tanpa fondasi mental yang tangguh, kemajuan material hanya akan melahirkan kerapuhan sosial. Oleh karena itu, arah kebijakan daerah senantiasa diselaraskan secara organik dengan identitas kultural lokal, menempatkan manusia Karimun bukan sekadar objek pembangunan,
melainkan sebagai subjek utama peradaban.
Visi Strategis: Visi “Maju, Sejahtera, dan Berbudaya” bukanlah sekadar slogan administratif di atas kertas, melainkan sebuah konstruksi pembangunan komprehensif yang memadukan
keunggulan ekonomi dengan keluhuran budi pekerti.
Merajut Kohesi Sosial dan Kedewasaan Berdemokrasi
Pasca-kontestasi politik, dinamika sosial kerap menyisakan riak-riak perbedaan pandangan. Namun, kepemimpinan IsRock secara konsisten menyerukan agar seluruh pemangku kepentingan, mulai dari tokoh masyarakat, tokoh agama, hingga lembaga adat bahumembahu meredam potensi gesekan.
Perbedaan pandangan politik hendaknya disudahi dan ditransformasikan menjadi energi produktif untuk membangun daerah. Kedewasaan berdemokrasi di Karimun kini tercermin dari bagaimana masyarakat menyampaikan pendapat dengan mengedepankan data, fakta, serta tata krama yang luhur, tanpa mencederai persaudaraan sosial. Sinergi yang kokoh antara umara (pemerintah), ulama, dan pemangku adat menjadi perisai ampuh yang menjaga Karimun tetap menjadi
rumah yang aman, damai, dan harmonis.
Kinerja Konkret: Dari Warisan Krisis Menuju Akselerasi Gemilang
Sejak dilantik oleh Presiden RI Prabowo Subianto hingga hari ini, duet kepemimpinan IsRock tidak terjebak dalam retorika politik. Mereka langsung bekerja cepat menuntaskan berbagai
persoalan mendasar yang diwariskan oleh pemerintahan sebelumnya.
Salah satu langkah paling berani adalah mulai berangsur-angsur membayar tunda bayar tahun 2023 dan 2024 yang mencapai total Rp 171,2 miliar. Hingga kini, pemerintahan IsRock telah merealisasikan pembayaran lebih dari Rp 30,7 miliar, termasuk melunasi tunda bayar insentif kader posyandu tahun 2024 sebesar Rp 1,4 miliar.
Di sektor kesehatan, pemerintahan IsRock mengalokasikan anggaran masif sebesar Rp 51,4 miliar untuk program Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. Perluasan Universal Health Coverage (UHC) ini mencakup masyarakat umum, ASN, non-ASN, hingga perangkat desa. Kini, warga Karimun dapat menikmati layanan berobat gratis cukup dengan menunjukkan Kartu Tanda Penduduk (KTP) Karimun, memutus secara tuntas hambatan biaya yang selama ini dikeluhkan masyarakat.
Transformasi Menyeluruh dan Lompatan Ekonomi
Langkah progresif pemerintahan IsRock tidak berhenti di situ. Berbagai terobosan kebijakan langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas:
• Pendidikan & Sosial: Penyediaan seragam sekolah gratis dan pembukaan akses beasiswa S1 guna mencetak SDM Karimun yang unggul dan berdaya saing.
• Ekonomi & Investasi: Berhasil menarik investasi energi terbarukan dengan nilai
Memorandum of Understanding (MoU) melampaui Rp 30 triliun, mengantarkan Karimun menduduki peringkat ke-3 sebagai daerah berdaya saing tinggi.
• Kesejahteraan & Layanan Publik: Memastikan gaji pegawai dibayarkan tepat waktu, menata sistem perparkiran serta menghilangkan praktik pungutan liar (pungli), menghadirkan sembako murah melalui operasi pasar, serta menuntaskan persoalan kebersihan lewat gerakan “Karimun Bersih”.
• Identitas Kultural: Pelestarian budaya Melayu yang nyata melalui program “Hari
Berbahasa” serta pembangunan gedung Mal Pelayanan Publik (MPP) untuk efisiensi birokrasi.
Hasil dari kerja keras ini terbukti nyata. Pada kuartal pertama tahun 2026, pertumbuhan ekonomi Kabupaten Karimun berhasil melonjak hingga menyentuh angka 6,14%, melampaui rata-rata pertumbuhan ekonomi nasional.
Angka partisipasi kerja pun menunjukkan
pemulihan luar biasa, dari sempat menurun di angka 15.000 pada 2025, kini melonjak hingga 21.000 tenaga kerja terserap pada tahun 2026 menciptakan tambahan riil sekitar 5.000 lapangan pekerjaan baru.
Menatap Masa Depan: Target Pendapatan Rp1,4 Triliun di 2027
Meski capaian awal ini sangat mengembirakan, Bupati Ing Iskandarsyah menegaskan bahwa tantangan ke depan masih membentang luas. Dengan menetapkan target ambisius Pendapatan Daerah mencapai Rp1,4 Triliun di tahun 2027, fokus pemerintahan IsRock
diarahkan secara tajam pada penguatan ekonomi kerakyatan dan pembangunan SDM yang berkualitas.
“Keberhasilan besar tidak lahir dari kerja sektoral, melainkan dari ketulusan merajut sinergi antara umara, ulama, dan seluruh elemen masyarakat untuk menapaki masa depan Karimun yang lebih gemilang” Bupati Karimun, Ing Iskandarsyah.
Oleh: Tim Analisis Kebijakan Publik & Redaksi Media Online Warta Rakyat






