Atasi Krisis Kelistrikan, PLN Karimun Geber Penambahan Mesin 6 MW dan Optimalisasi Sistem

Manajer PLN ULP Tanjung Balai Karimun, Ahmad Subhan Hadi, memberikan penjelasan di RDP bersama DPRD di Gedung DPRD Karimun pada Selasa, 28 Juli 2026. (Foto: Nov)

KARIMUN | WARTA RAKYAT — Manajer PLN ULP Tanjung Balai Karimun, Ahmad Subhan Hadi, memberikan penjelasan komprehensif terkait langkah-langkah mitigasi dan pemulihan sistem kelistrikan menyusul insiden pemadaman total (blackout) yang melanda Pulau Karimun Besar beberapa waktu lalu.

Pihak PLN menegaskan komitmen penuh untuk memperkuat keandalan pasokan listrik guna mengantisipasi lonjakan beban dan potensi gangguan di masa mendatang.

Bacaan Lainnya

Sebagai upaya antisipasi jangka pendek hingga menengah, PLN tengah menggenjot penambahan kapasitas daya melalui mesin baru berkapasitas total 6 megawatt.

Mesin tersebut saat ini berada dalam tahap proses instalasi agar dapat segera terintegrasi ke dalam sistem kelistrikan Karimun.

“Terkait dengan penambahan mesin, total kita telah mengajukan yang dari akhir tahun kemarin, sudah siap dinyalakan, kurang lebih 6 megawatt saat ini dalam proses instalasi agar bisa segera bergabung,” ungkap Ahmad Subhan Hadi.

Hal ini disampaikannya saat diwawancara wartawan usai Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama DPRD di Gedung DPRD Karimun pada Selasa, 28 Juli 2026.

Selain penambahan mesin baru, PLN juga fokus melakukan optimalisasi dan perbaikan menyeluruh terhadap mesin-mesin pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) yang kinerjanya belum optimal. Langkah ini ditempuh untuk mendongkrak kapasitas riil di lapangan.

“Selanjutnya untuk kembali memperkuat, kami akan coba perbaiki mesin-mesin PLTD yang posisinya mulai dari yang belum optimal. Intinya dia kapasitasnya 1 megawatt, dia cuma 500, akan kami perbaiki agar bisa mengirimkan lebih,” tambah Ahmad Subhan Hadi.

Tidak hanya itu, PLN juga membuka ruang kerja sama yang seluas-luasnya dengan pihak penyedia energi lain, termasuk pemanfaatan energi baru terbarukan (EBT) sesuai dengan arahan serta regulasi yang berlaku.

Menyinggung kondisi kelistrikan saat ini, Ahmad Subhan Hadi menjelaskan bahwa masih terdapat dua unit mesin yang tengah dalam proses perbaikan dan ditargetkan dapat segera masuk ke dalam sistem dalam kurun waktu satu hingga dua minggu ke depan untuk memastikan keamanan pasokan.

Dalam kondisi normal, beban pemakaian tercatat berkisar antara 33 hingga 35 megawatt dengan daya mampu yang ada.

Kendati demikian, pihak PLN tidak hanya memproyeksikan sistem berdasarkan kondisi normal, melainkan menyiapkan langkah mitigasi penuh terhadap potensi lonjakan beban akibat faktor cuaca panas ekstrem, seperti yang sempat terjadi pada bulan Juni lalu.

Dalam kesempatan tersebut, pihak PLN juga membeberkan kronologi penanganan saat insiden pemadaman total terjadi akibat gangguan pada Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) yang berlangsung dari hari Senin siang hingga Jumat pagi.

“Total riil selama pemadaman ini berarti berapa lama kemarin? 3 hari atau hampir 5 hari berarti ya. Dari Senin siang, PLTU ada gangguan, itu sudah mulai pemadaman sampai Jumat pagi itu kalau tidak salah. Jumat pagi sekitar jam 3 itu kita sudah normal,” jelas Ahmad Subhan Hadi.

Meski demikian, secara sistem kelistrikan sebetulnya suplai energi telah dinyatakan siap dialirkan kembali ke masyarakat sejak Rabu dini hari, sambil menunggu proses masuknya kembali PLTU secara penuh ke dalam sistem.

Melalui langkah-langkah perbaikan, penambahan kapasitas mesin, serta mitigasi yang terstruktur ini, PLN ULP Tanjung Balai Karimun berharap keandalan pasokan listrik di Pulau Karimun Besar dapat terus terjaga dan memberikan kenyamanan optimal bagi seluruh masyarakat. (Nov)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses