KARIMUN | WARTA RAKYAT – Komitmen PT PLN (Persero) untuk menghadirkan sistem kelistrikan yang andal di Kabupaten Karimun terus diwujudkan melalui langkah-langkah strategis.
Sebagai respons cepat atas dinamika gangguan kelistrikan yang terjadi, PLN kini melakukan percepatan pemulihan sekaligus penambahan kapasitas daya guna memastikan stabilitas pasokan energi bagi masyarakat.
Langkah nyata tersebut ditandai dengan tibanya mesin pembangkit tambahan untuk PLTD Bukit Carok berkapasitas 6 Megawatt (MW) di Karimun, Senin (20/7/2026) tepat pukul 12.00 WIB.
Kehadiran mesin baru ini menjadi pilar tambahan untuk memperkuat daya mampu sistem kelistrikan agar lebih tangguh dalam memenuhi kebutuhan pelanggan.
Manager PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Tanjung Balai Karimun, Ahmad Subhan Hadi, menegaskan bahwa pihaknya saat ini mengerahkan seluruh sumber daya teknis guna melakukan percepatan instalasi mesin baru tersebut.
“Kedatangan mesin 6 MW ini adalah bentuk keseriusan kami dalam meningkatkan keandalan sistem di Karimun. Saat ini, tim teknis kami fokus pada proses instalasi dan integrasi ke sistem kelistrikan. Kami menargetkan seluruh rangkaian pekerjaan ini dapat tuntas dalam waktu dua pekan ke depan agar dampaknya segera dirasakan oleh pelanggan,” ujar Ahmad Subhan Hadi.
Di samping akselerasi penambahan daya, PLN juga tengah melakukan penanganan intensif terhadap gangguan teknis pada PLTU Tanjung Sebatak Unit 2.
Diketahui, unit pembangkit tersebut mengalami kendala pada komponen traveling grate sejak pukul 10.30 WIB, yang memaksa PLN menerapkan manajemen beban sementara pada pukul 11.15 WIB guna menjaga kestabilan sistem secara keseluruhan.
Ahmad Subhan Hadi memastikan bahwa perbaikan PLTU Tanjung Sebatak Unit 2 kini tengah digenjot pengerjaannya oleh tim ahli di lapangan.
“Kami menargetkan perbaikan pada PLTU Tanjung Sebatak Unit 2 rampung pada Kamis, 23 Juli 2026. Dengan kembalinya unit ini ke sistem dan didukung oleh tambahan mesin 6 MW di PLTD Bukit Carok, kami optimis kondisi kelistrikan di Karimun akan segera pulih sepenuhnya dan pelayanan dapat kembali normal,” jelasnya.
PLN menyampaikan permohonan maaf yang mendalam kepada seluruh pelanggan atas ketidaknyamanan yang dirasakan selama masa penanganan gangguan.
Ahmad Subhan Hadi juga mengapresiasi kesabaran masyarakat dan memohon dukungan agar seluruh proses teknis di lapangan dapat berjalan dengan lancar.
“Kami menyadari sepenuhnya dampak dari manajemen beban ini. Oleh karena itu, kami memohon pengertian serta doa dari seluruh pelanggan agar petugas kami di lapangan, yang saat ini bekerja maksimal tanpa henti, dapat menyelesaikan pekerjaan ini dengan aman dan tepat waktu demi kenyamanan kita bersama,” pungkasnya. (Nov)





