
TANJUNGPINANG | WARTA RAKYAT — Perekenomian di Tanjungpinang di bulan September mengalami deflasi sebesar 0,32 persen. Hal ini terjadi karena sejak COVID-19, daya konsumsi masyarakat mulai rendah.
Kepala Bagian Perekonomian Kota Tanjungpinang, Nofirman Syahputra mengatakan perlu adanya relaksasi untuk membuat perekonomian di Kota Tanjungpinang menjadi menggeliat.
“Dalam kondisi deflasi kita mencoba mencari suatu fomula relaksasi lah agar kembali lebih hidup lagi Dengan konsekuensi harus dengan tertibnya suatu protokol kesehatan,” Kata Nofirman, Sabtu (10/10), saat menghadiri acara Muscab HIPMI di Hotel CK Tanjungpinang.
Salah satu relaksasi itu, kata dia, dengan melakukan pembenahan tempat wisata kuliner Melayu Square.
“Terkait dengan pembenahan wisata Melayu Square kebetulan beberapa vendor mau merehab Melayu Square tanpa APBD, melalui program dana CSR dan non CSR,” ujarnya.
Nofirman berharap dengan pembenahan Melayu Square efektifitas ekonomi di Tanjungpinang lebih meningkat.
“Agar lebih menggeliatlah, mudah-mudahan dengan pembenahan Melayu Square masyarakat lebih tetarik datang dan efektifitas ekonomi lebih meningkat,” pungkasnya.
Pewarta : Ilham
Editor : Prengki





